Korban tewas akibat gempa di Tainan, Taiwan terus bertambah. Hingga saat ini, pemerintah Taiwan menyatakan tujuh orang meregang nyawa akibat lindu berkekuatan 6,4 skala richter tersebut.
Lima dari tujuh korban tewas dilaporkan berasal dari apartemen yang runtuh, termasuk bayi perempuan berusia 10 hari. Ada dua apartemen dan beberapa gedung tinggi runtuh akibat bencana alam ini.
"Ada 60 keluarga atau setidaknya 240 orang tinggal dalam apartemen itu," ungkap petugas pemadam kebakaran Tainan, Lee Po Min, seperti dilaporkan CNN, Sabtu (6/2).
Proses penyelamatan dan evakuasi korban yang terus dilakukan sejak pagi hari, berhasil menyelamatkan 220 penghuni, puluhan di antaranya yang menderita luka segera dilarikan ke rumah sakit.
Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI menjadi korban bencana tersebut. Hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal.
Iqbal, begitu dia biasa disapa, menuturkan pihaknya terus menghubungi Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk mendapat informasi mengenai keberadaan WNI di Taiwan.
"Kami telah berkomunikasi dengan KDEI Taipei. Saat ini KDEI sudah mencoba melakukan kontak dengan para WNI di Tainan, namun belum bisa dihubungi," ujar Iqbal pagi tadi.
"Kemlu sudah meminta bantuan pihak KDEI untuk berkomunikasi dengan otoritas setempat, dan jika perlu mengirimkan tim ke lokasi, guna melihat kondisi terakhir dan kemungkinan kondisi WNI," lanjut dia.
Gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang selatan Taiwan pagi ini dari kedalaman 16,7 kilometer di bawah permukaan laut. Gempa terjadi pukul 03.57 ini menghancurkan beberapa apartemen di kawasan Wei Guan, Tainan, Taiwan.