Pemuda di Paris ajak ratusan warga pelukan, jelaskan agamanya Islam

Pemuda ditutup matanya itu berdiri di taman membawa poster "Saya bukan teroris. Jika anda percaya, tolong peluk saya."

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Pemuda di Paris ajak ratusan warga pelukan, jelaskan agamanya Islam
Kampanye memeluk muslim di Paris. ©2015 Merdeka.com

Pemuda di Ibu Kota Paris berusaha mengajak warga yang terguncang atas serangan teror pekan lalu, untuk tidak buru-buru membenci komunitas muslim. Dia berdiri di kawasan Taman Place de la République, mengikat matanya, sambil membawa papan bertuliskan

"Saya seorang muslim, saya disebut teroris. Saya percaya anda, apakah anda percaya saya? Jika percaya, silakan peluk saya."

The Sun melaporkan, Rabu (18/11), ratusan orang mendekati pemuda itu lalu memeluknya. Ada yang menyemangatinya, ada juga pengunjung taman yang menangis di pelukan pemuda itu. Pemuda tak disebut namanya itu berdiri sejak pagi sampai petang.

Pemuda tak disebut detail namanya itu mengaku terpukul atas aksi teroris ISIS membantai 129 orang di seantero Paris pekan lalu. Pada saat itu, dia sedang merayakan ulang tahun.

"Saya muslim dan saya tidak pernah membunuh orang lain. Saya sama terpukulnya dengan keluarga korban," ujarnya.

Dia mengutuk tindakan ISIS membantai orang-orang tak berdosa di Paris. "Seorang muslim sejati tidak mungkin melakukan kejahatan semacam itu. Pembunuhan dilarang agama kami."

Aksi memeluk seorang muslim pernah dilakukan di Kota Toronto, Kanada, Februari lalu. Respon warga tak jauh beda dengan Paris. Mereka percaya seorang muslim tidak sama dengan teroris.

Ini video kampanye pemuda muslim di Paris itu:

Rekomendasi