Beginilah kelakuan unik orang-orang akibat cuaca panas

Selain menelan banyak korban jiwa, hawa panas juga ternyata bisa membuat orang melakukan hal-hal unik.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Beginilah kelakuan unik orang-orang akibat cuaca panas
Cuaca panas di China bisa matangkan telur. ©Shanghaiist

Musim panas tahun ini terasa lebih panjang dan menyengat di berbagai belahan dunia. Di India dan Pakistan Mei lalu ribuan orang tewas akibat gelombang panas. Di tengah cuaca panas ini orang-orang biasanya lebih banyak memerlukan air untuk mengatasi hawa panas. Mereka biasanya berenang di sungai atau danau atau di kolam-kolam supaya bisa menyejukkan badan.

Selain menelan banyak korban jiwa, hawa panas juga ternyata bisa membuat orang melakukan hal-hal unik. Apa saja yang bisa orang lakukan saat diterjang gelombang panas? Simak ceritanya berikut ini.

Ratusan suami-istri cerai lantaran cuaca panas di China

Ratusan suami-istri cerai lantaran cuaca panas di China
Antrean warga China mengurus cerai. ©2015 Merdeka.com

Tingkat perceraian di Kota Guangzhou, China, sedang tinggi-tingginya. Petugas catatan sipil di kota bisnis itu sampai kewalahan menangani permintaan cerai nyaris 100 pasangan setiap hari.

Enam loket untuk melayani talak disiagakan. AsiaOne melaporkan, Sabtu (11/7), petugas sampai terlatih untuk secepat mungkin mengeluarkan surat cerai. Jika pengadilan menyetujui perceraian itu, bukti tertulis dapat dikeluarkan kurang dari dua jam.

"Petugas kami bekerja nonstop," kata pimpinan Dinas Catatan Sipil Guangzhou.

Tren meningkatnya perceraian di China terjadi tak cuma di Guangzhou. Sejak 2009, fenomena sosial serupa terjadi di Kota Shanghai, Zheijiang, Liaoning, Hunan, Tianjin, maupun Chongqing.

Dari analisis sementara yang dilaporkan South China Morning Post, cuaca termasuk pemicu para pasangan cekcok sampai akhirnya memutuskan mengkhiri janji suci pernikahan. Apa hubungannya?

"Memasuki libur musim panas, keluarga akan lebih sering bertemu kemudian banyak melakukan pekerjaan rumah bersama, termasuk merawat anak ataupun lansia. Perselisihan suami-istri biasanya timbul saat suasana gerah seperti itu," kata Konsultan Pernikahan dari Guangzhou, Jia Hongwu.

Faktanya, Juni sampai September adalah musim sibuk cerai di China. Lebih unik lagi, setelah ujian masuk universitas atau penerimaan SMA selesai digelar, lebih banyak orang tua di Negeri Tirai Bambu bercerai.

"Ketika masa depan anak sudah jelas, para orang tua yang memang sudah tidak cocok merasa bisa lebih jujur soal hubungannya. Mereka tak lagi harus berpura-pura akur supaya tidak menganggu konsentrasi belajar anaknya menjelang ujian," kata Jia.

Pria ini bikin kue kering di tengah cuaca panas

Pria ini bikin kue kering di tengah cuaca panas
tim 12 News bikin kue kering di dasbor mobil. ©CNBC

Saat musim panas di Amerika Serikat tahun ini beberapa wilayah mengalami panas yang lebih menyengat di banding beberapa kawasan lain. Salah satunya di Negara Bagian Arizona. Sekelompok orang kemudian membuat sebuah percobaan untuk membuktikan betapa panasnya cuaca saat ini.Sebuah tim dari kantor berita 12 News mencoba membuat kue kering di dasbor mobil yang mereka pakai, seperti dilansir CNBC, April lalu.Mereka lalu menyiapkan bahan-bahan kue cokelat dan membntuknya sedemikian rupa di atas loyang. Bukannya memakai kompor dan oven, mereka kemudian memanaskan kue-kue itu dengan menaruhnya begitu saja di dasbor mobil. Ternyata cukup ajaib. Dalam lima jam kue itu sudah matang dan rasanya cukup enak.

Gelombang panas di China bisa bikin telur mentah jadi matang

Gelombang panas di China bisa bikin telur mentah jadi matang
Cuaca panas di China bisa matangkan telur. ©Shanghaiist

Setelah sebelumnya gelombang panas sempat melanda India dan Pakistan pada Mei dan Juni lalu, kini giliran China yang terkena anomali cuaca tersebut.Biro Meteorologi Shanghai melaporkan anomali ini telah berjalan dalam 10 hari terakhir, dengan suhu mencapai hampir 39,2 derajat Celcius.Dikutip dari laman Shanghaiist, Rabu (5/8), akibat dari gelombang panas ini sebuah telur ayam bisa dengan mudah dimatangkan di atas aspal dalam waktu 15 menit.Tidak hanya gelombang panas yang menerpa Negeri Tirai Bambu itu, Topan Soudelor dikabarkan juga akan singgah di China dengan mengubah cuaca panas dengan hantaman curah yang hujan tinggi.

Kepanasan, para pekerja ini tidur di tengah jalan

Kepanasan, para pekerja ini tidur di tengah jalan
Kebiasaan warga China tidur sembarang tempat. ©Reuters

Ketika suhu udara mencapai 35 derajat Celcius sejumlah pekerja di Chongqing, barat daya China, nekat keluar dari mobil dan berbaring tanpa baju di jalanan yang teduh. Tampaknya faktor keselamatan tidak jadi priorotas utama bagi para pekerja ini.Mereka tidak peduli dengan seliweran mobil dan truk yang melintas tidak jauh dari tempat mereka berbaring. Sebagai pengaman mereka memarkir kendaraan mereka di depan tempat mereka berbaring supaya tidak ditabrak kendaraan lain.

Rekomendasi