KJRI Hong Kong segera pulangkan jenazah WNI tewas terbungkus kasur

Dia berasal dari Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
KJRI Hong Kong segera pulangkan jenazah WNI tewas terbungkus kasur
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengidentifikasi jenazah seorang perempuan warga negara Indonesia yang ditemukan tewas di Jalan Changsha, Distrik Mong Kok, kemarin.Pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima merdeka.com, Selasa (9/6) menyebutkan, korban berasal dari Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur.KJRI Hong Kong saat ini tengah melakukan upaya-upaya lanjutan terkait kasus tersebut, termasuk upaya pemulangan jenazah korban ke Indonesia.Kementerian Luar Negeri sudah berkomunikasi dengan keluarga dan wakil Kemlu akan segera mendatangi keluarga untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan bagi pemulangan korban.Seorang pejalan kaki menelepon polisi pada pukul 10.44 waktu setempat setelah dia melihat tangan tersembul dari gulungan kasur di Jalan Changsha 1. Polisi kemudian mengidentifikasi korban bernama Wiji Astutik Supardi berusia 37 tahun, seperti dilansir the Standard, Selasa (9/6).WNI yang sudah punya seorang anak perempuan itu diketahui menjalin hubungan asmara dengan pria Pakistan bernama Wahaj Fyaz yang berusia 30-an tahun.Pada jenazahnya polisi menemukan luka di bagian tubuh.Menurut polisi, Wiji diperkirakan sudah tewas sejak sehari sebelumnya. Saat ditemukan jenazah Wiji dalam keadaan berpakaian lengkap. barang-barang dan perhiasan korban juga masih utuh."Saat diidentifikasi, kami bisa memastikan dokumen yang dia miliki. Dia sudah tinggal di Hong Kong selama delapan tahun," ujar Inspektur polisi Lo Chung-wong.Dari catatan polisi diketahui Fyaz pernah menganiaya Wiji pada Februari lalu. Di tangannya ditemukan luka sayatan. Namun Wiji membatalkan tuntutan hukumnya.Polisi kini tengah mencari tahu keberadaan Fyaz.

Rekomendasi