Peristiwa jatuhnya helikopter MI-17 di Pakistan, yang membawa beberapa duta besar beserta istrinya tentu membuat para duta besar dari berbagai negara merasakan semacam ketakutan dalam menjalankan tugas mereka. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A. M. Fachir mengatakan Indonesia memiliki standar pengamanan untuk para dubes yang bertugas di wilayah konflik."Kita punya yang namanya unit wilayah-wilayah rawan dan berbahaya," kata dia di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (11/5).Standar keamanan yang diberikan berupa fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan keamanan serta bantuan logistik."Tentu saja kita akan terus meningkatkan fasilitas yang sejalan dengan kebutuhan keamanan dan logistik lainnya yang dibutuhkan di tempat-tempat seperti itu (daerah konflik)," lanjutnya.Contoh dari standar keamanan dubes tersebut diterapkan dalam peristiwa nahas yang menimpa Dubes Indonesia untuk Pakistan, Burhan Muhammad beserta istri. Dubes Burhan mengalami luka bakar yang parah sehingga harus mendapat penanganan khusus.Hari ini Dubes Burhan akan dibawa ke Singapura guna menjalani perawatan lebih lanjut. Singapura dipilih karena merujuk dari hasil konsultasi antara dokter yang menangani dengan keluarga."Mungkin karena Singapura memiliki spesialis yang paham betul mengenai apa yang harus dilakukan pada Dubes Burhan," terang Fachir ketika ditanya mengapa Singapura yang dipilih menjadi tempat perawatannya.
Dubes di negara konflik diberi standar pengamanan & fasilitas khusus
Standar keamanan yang diberikan berupa fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan keamanan serta bantuan logistik.
Rekomendasi