Seorang pengamat politik Amerika Serikat membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengklaim dalang di balik jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina ternyata bukan Rusia melainkan Israel.Stasiun televisi Press TV melaporkan, Senin (17/11), dalam sebuah wawancara, Profesor James Henry Fetzer mengatakan foto terbaru dilansir pemerintahan Rusia memperlihatkan jet militer Ukraina menargetkan pesawat sipil itu. "Semua kemungkinan bisa saja terjadi meski saya bilang itu mengada-ada sebab tak memperhatikan bukti-bukti kecil," ujar Fetzer.Kenyataannya Fetzer menemukan beberapa lubang bekas tembakan senapan yang mengindikasikan pesawat itu dihajar dari dua lokasi berbeda.Fakta lain pesawat ditumpangi Presiden Rusia Vladimir Putin melintas di kawasan itu setengah jam sebelum MH17. Nyatanya Putin baik-baik saja. Fetzer pun mengambil kemungkinan ketiga, yakni adanya konspirasi agar mengalihkan pandangan dunia dari invasi Israel ke Jalur Gaza.Setidaknya 2.139 warga sipil Gaza tewas sebab invasi militer selama dua bulan yakni Juli dan Agustus. Ini mengakibatkan Negeri Zionis itu mendapat kecaman sejagat.Fetzer juga menemukan fakta bikin merinding yakni beberapa mayat penumpang sudah tidak segar. Mereka diperkirakan sudah tewas sebelumnya. "Kenyataannya MH17 dan MH370 merupakan pesawat yang jenisnya sama. Ada pula laporan dari pengamat Christopher Berlind asal Amerika, ada pesawat lain dioperasikan dari Israel. Ini tidak mengejutkan saya sama sekali," kata Fetzer.Fetzer menambahkan konspirasi ini untuk mengalihkan perhatian publik dunia atas invasi Israel membantai warga Gaza.
Pengamat politik Amerika sebut jatuhnya MH17 konspirasi Israel
Ini untuk mengalihkan mata dunia atas invasi Negeri Zionis itu saat menggempur Jalur Gaza.
Rekomendasi