Pemakaman Ariel Sharon dijaga sistem pertahanan udara

Penjagaan dengan sistem pertahanan udara Iron Dome ini diambil untuk mencegah kemungkinan serangan roket dari Gaza.

Vincent Asido Panggabean
Pemakaman Ariel Sharon dijaga sistem pertahanan udara
Ariel Sharon. ©AFP PHOTO

Tentara Israel telah mengubah penggunaan baterai sistem pertahanan udara Iron Dome untuk menghalau kemungkinan serangan roket dari Gaza selama pemakaman mantan Perdana Menteri Ariel Sharon pada hari ini.

Televisi Israel Channel 2 melaporkan bahwa pemakaman pemimpin kontroversial itu, yang meninggal di rumah sakit di dekat Ibu Kota Tel Aviv dua hari lalu setelah delapan tahun mengalami koma, akan sangat dijaga dengan dibantu pengamanan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (13/1).

Sharon terkenal sebagai pahlawan perang di Israel tapi dibenci oleh bangsa Arab sebagai kriminal. Dikenal dengan sebutan 'Arik' di antara para pendukungnya, Sharon akan dimakamkan di samping istri keduanya, Lily, dan ribuan orang rencananya akan menghadiri pemakaman itu.

Dua anak Sharon, Gilad dan Omri, serta kepala angkatan bersenjata Israel Jendral Benny Gantz akan memberikan pidato penghormatan saat menggelar pemakaman militer yang rencananya dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Menjelang upacara pemakamannya pada hari ini, peti Sharon tersampir bendera akan ditempatkan pada alas marmer hitam di plaza di luar gedung Knesset, atau parlemen Israel, agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Sebuah prosesi dari gedung Knesset menuju tanah peternakan akan berhenti sejenak untuk upacara di sebuah lokasi memorial militer di Latrun, sebelah barat Yerusalem, di mana Sharon terluka pada perang 1948.

Sebelum pemakaman, sebuah upacara kenegaraan akan diselenggarakan di Knesset dari pukul 14.30 WIB dan akan dihadiri oleh para pemimpin Israel dan asing, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Pejabat asing lainnya akan menghadiri upacara peringatan di Knesset, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris dan Utusan Kuartet Timur Tengah, Tony Blair , Perdana Menteri Ceko Jiri Rusnok, dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Sharon telah lama dianggap sebagai sampah masyarakat atas kepribadiannya, dan secara tidak langsung bertanggung jawab dalam pembantaian ratusan rakyat Palestina pada 1982 di kamp Sabra dan Shatila di Ibu Kota Beirut, Libanon, oleh tentara Israel.

Di awal kariernya sebagai seorang pejuang, Sharon mendapat nama panggilan 'si Buldoser', tetapi kebanyakan pemimpin dunia memilih untuk mengingat politisi yang mengejutkan banyak orang dengan mendalangi penarikan 8.000 pemukim Israel dari Gaza pada 2005 itu.

Lahir di Kfar Malal, di bagian tengah Israel, pada 26 Februari 1928, sampai menjadi imigran dari Belarus, Sharon baru berumur 17 ketika dia bergabung dengan Haganah, milisi yang bertempur di perang kemerdekaan Israel pada 1948 dan akhirnya menjadi Angkatan Pertahanan Israel.

Rekomendasi