Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon bakal dimakamkan hari ini. Dia bakal dikebumikan di pemakaman keluarga tepat di samping kuburan sang istri Lily Sharon.
Surat kabar the Russian Today melaporkan, Ahad (12/1), setelah koma selama delapan tahun dan sejumlah penyakit menggerogotinya, Sharon meninggal kemarin di usia 85 tahun di Rumah Sakit Tel Hashomer di Ibu Kota Tel Aviv.
Tanda-tanda kepergian Sharon sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun kemarin. Hidupnya bergantung pada alat medis dan kesehatannya tidak mengalami perubahan bahkan semakin memburuk.
Hingga saat ini Sharon tercatat sebagai pemimpin Negeri Bintang Daud paling kontroversial dan mendapat julukan Buldoser dari Israel lantaran taktik perangnya ganas, berbahaya, dan penuh risiko. Pada 1967 di perang enam hari dia semakin menancapkan sosok jenius di kemiliteran dan mendapat julukan Raja Israel dan Singa Tuhan.
Dia diketahui perdana menteri paling bengis pada Palestina. Dia bertanggung jawab atas pembantaian ribuan warga sipil di tempat penampungan pengungsi Sabra dan Shatila pada 1982. Sharon juga tercatat lima kali bertempur membela Israel. "Saya orang yang berada di medan perang. Jadi hanya saya bisa mencegah perang," ujarnya kala masih memimpin Negeri Zionis seperti dilansir stasiun televisi BBC (11/1).