Di tengah guyuran hujan di stadion sepak bola Johannesburg, Afrika Selatan, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menjabat tangan Pemimpin Komunis Kuba Raul Castro.Keduanya merupakan pemimpin negara di antara puluhan presiden lain yang menghadiri upacara peringatan wafatnya Nelson Mandela, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Selasa (10/12).Meski tidak diketahui pasti apakah pertemuan Obama dan Raul Castro itu sudah direncanakan sebelumnya atau hanya kebetulan.Obama juga berjabat tangan dengan Presiden Brasil Dilma Rousseff, yang sempat membatalkan kunjungannya ke Amerika lantaran marah ketika tahu intelijen Negeri Adikuasa itu menyadap teleponnya.Dalam kesempatan itu Obama juga menyampaikan pidato penghormatannya kepada Mandela di hadapan para pemimpin dunia selama lebih kurang 15 menit."Di berbagai belahan dunia saat ini, kaum laki-laki dan perempuan masih banyak yang dipenjara karena pandangan politik mereka. Mereka dihukum lantaran warna kulit, cara berkeyakinan, atau hal yang mereka cintai," ujar Obama.Peristiwa jabat tangan Obama dengan Castro itu boleh jadi akan menuai banyak perdebatan di dalam negeri Amerika sendiri. Banyak kaum konservatif Amerika barangkali akan khawatir jabat tangan itu sebagai simbol Obama akan mendekati pemimpin komunis di salah satu negara Amerika Latin itu.
Obama jabat tangan pemimpin komunis Kuba untuk pertama kalinya
Keduanya tengah menghadiri upacara peringatan wafatnya Nelson Mandela.
Rekomendasi