Situs Rusia sewakan pembunuh bayaran

Padahal pemerintah di Istana Kremlin sudah melarang situs itu beredar.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Situs Rusia sewakan pembunuh bayaran
pembunuh bayaran sniper. shutterstock

Sebuah situs menyewakan pembunuh beroperasi di Rusia. Situs ini masih tetap ada meski sudah dilarang.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (10/12), selain menawarkan membunuh orang situs ini juga menawarkan jasa bikin orang masuk rumah sakit. "Cocok sekali bagi istri ingin membalas dendam kecurangan suaminya," situs itu menuliskan. Mereka bisa mematahkan tulang orang Anda benci.

Pembunuh bayaran ini berjanji bakal bekerja rapi termasuk membuang korban di sebuah lokasi terpencil. Jika korban berada di tengah keramaian mereka akan menggiringnya ke tempat sepi dan dieksekusi di sana.

Kementerian dalam negeri Rusia mengatakan situs itu telah diblokir namun ternyata masih bisa diakses di Negeri Beruang Merah itu bahkan sejagat.

Ada penjelasan rinci setiap layanan menyakitkan seperti mengikatnya dengan borgol atau selotip, transportasi digunakan bahkan bagian mana yang dipukul. Pembunuh bayaran ini diklaim mantan tentara, mantan atlet, dan anggota gangstes.

Mereka menjadi klien bakal mendapat jaminan terhindar dari kecurigaan polisi sebab pasukan di balik situs itu mengklaim memiliki hubungan dekat dengan penegak hukum. Biaya pun sudah tercantum.

Misalnya serangan membuat korban terguncang mentalnya seharga Rp 12 juta. Serangan lebih serius dengan gigi patah dan memar berbiaya Rp 18 juta, sementara hingga patah tulang biayanya sekitar Rp 36,1 juta.

Mereka juga menawarkan jasa perlindungan bagi bisnis hitam seperti pelacuran dan sebagainya. Situs ini hadir lantaran meningkatnya kasus balas dendam di Rusia. Polisi saban tahun menahan lelaki dan perempuan ikut terlibat dalam pembunuhan kerabat atau mitra bisnisnya.

Rekomendasi