Mantan kepala MI5 minta warga Inggris saling memata-matai

Masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk bertindak sebagai mata dan telinga pemerintah.

Vincent Asido Panggabean
Mantan kepala MI5 minta warga Inggris saling memata-matai
Mantan kepala badan intelijen Inggris MI5 Dame Stella Rimington. telegraph.co.uk

Mantan kepala badan intelijen Inggris MI5 Dame Stella Rimington menyerukan kepada seluruh warga Inggris untuk menginformasikan kepada polisi jika mencurigai tetangga mereka yang mungkin saja terlibat dengan kelompok ekstremis.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (28/5), Dame mengatakan setiap orang harus lebih waspada sebab tidak mungkin bagi polisi dapat sigap di setiap ancaman.

Untuk itu, perempuan 78 tahun ini juga menyerukan agar warga bisa meningkatkan kewaspadaan layaknya sedang perang dan bisa menjadi mata dan telinga pemerintah, terutama setelah insiden pembunuhan sadis terhadap tentara bernama Lee Rigby (25 tahun) pada Rabu pekan lalu.

Dame sendiri pernah mendukung kebijakan kontroversial pemerintah mengenai pengintaian.

Dame, yang menjadi wanita pertama menjabat sebagai direktur jenderal MI5, mengatakan bahwa masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk bertindak sebagai mata dan telinga pemerintah. "seperti halnya poster yang mengatakan bahwa dinding memiliki telinga, dan musuh ada di mana-mana."

"Sering ada indikasi di dalam masyarakat, apakah itu di kalangan muslim atau di mana pun, bahwa orang-orang saat ini menjadi ekstrimis dan menyebar kebencian," ujar dia.

Dame mengatakan petugas keamanan harus memprioritaskan ancaman yang paling berbahaya sebab ribuan orang saat ini sedang menghadapi ancaman kekerasan di Negeri Tiga Singa itu. Dia juga menjelaskan serangan teror lebih lanjut tidak akan terhindari kecuali Inggris menjadi sebuah negara polisi.

Pernyataan Dame ini dia lontarkan saat berada di Hay Festival, yang juga menandai insiden pembunuhan terhadap Lee Rigby, diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis Islam, Michael Adebolajo (28 tahun) dan Michael Adebowale (22 tahun), di Wilayah Woolwich, London.

Dame mengatakan pembunuhan sadis itu diklasifikasikan sebagai sebuah serangan teroris sebab ideologi yang ada di belakang munculnya penyerangan itu.Adebolajo juga diketahui pernah melakukan percobaan ke Somalia untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis setelah gagal pada 2010 lalu.

Insiden pembunuhan brutal itu juga memunculkan pertanyaan yang ditujukan kepada MI5 setelah adanya kabar bahwa kedua tersangka sebetulnya sudah diketahui MI5.

Adebolajo pernah ditahan di Kenya pada 2010 setelah mencoba untuk bergabung dengan sebuah kelompok teroris. Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh intelijen parlemen saat ini sedang dilakukan untuk mengetahui apakah ada kegagalan intelijen di sana.

Rekomendasi