Mereka yang seharusnya masih hidup

Mereka adalah anak-anak yang suci dan tidak tahu apa-apa terhadap apa yang terjadi di Palestina.

Djoko Poerwanto
Oleh Djoko Poerwanto - Editor
Mereka yang seharusnya masih hidup
Seorang pria Palestina mencium tubuh dari salah satu anaknya saat proses pemakaman mereka di utara Jalur Gaza, Minggu (18/11). Dua anak itu bernama Jumana Abu Sefan, (18 bulan), dan saudara laki-lakinya Tamer, (3), tewas dalam serangan udara Israel kemarin. Israel membom sasaran-sasaran militan di Gaza untuk hari kelima berturut-turut. Reuters
1 dari 3 halaman
Mereka yang seharusnya masih hidup
Seorang pekerja rumah sakit membawa tubuh anak berusia 18 bulan yang tewas dalam serangan udara Israel di sebuah kamar mayat rumah sakit di Jalur Gaza tengah, Minggu (18/11). Reuters
2 dari 3 halaman
Mereka yang seharusnya masih hidup
Warga Palestina membawa mayat anak dari bawah reruntuhan rumah setelah serangan udara Israel di Gaza, Minggu (18/11). Sepuluh warga sipil Palestina tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Gaza, petugas medis Palestina mengatakan, korban tewas sipil tertinggi dalam satu insiden selama lima hari pertempuran. Reuters
3 dari 3 halaman
Mereka yang seharusnya masih hidup
Anak-anak menjadi korban yang tewas dalam serangan udara Israel, berbaring di kamar mayat rumah sakit di Kota Gaza, Minggu (18/11). Sepuluh warga sipil Palestina tewas Minggu dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Gaza, petugas medis Palestina mengatakan, korban tewas sipil tertinggi dalam satu insiden selama lima hari pertempuran. Reuters
Rekomendasi