Pagi hingga sore nanti warga Timor Leste mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih presiden ketiga negara itu. Terdapat 12 calon, termasuk penerima Nobel Perdamaian dan petahana presiden, Jose Ramos Horta. Tidak ada kekerasan selama kampanye dua minggu kemarin. Hanya ada sedikit insiden saat orang tidak dikenal melempar bom molotov ke kantor komisi pemilihan umum bulan lalu. BBC melaporkan, Sabtu (17/3), hingga sehari sebelum pelaksanaan pemilu pemantau independen dari Australia melaporkan situasi Ibu Kota Dili cukup tenang.Jabatan presiden di Timor Leste lebih bersifat seremonial. Sehari-hari, dia tidak akan menjalankan pemerintahan dan hanya menjadi simbol negara. Namun, negara yang juga bekas provinsi ke-27 Indonesia itu memilih presiden terlebih dahulu sebelum memilih anggota parlemen.Setelah presiden terpilih, maka calon yang menang pemilu akan menunjuk perdana menteri yang bertugas membentuk kabinet. Baru Juni mendatang diselenggarakan pemilihan partai untuk parlemen.Meski demikian, rakyat sangat antusias dengan pemilihan presiden ini. Presiden dianggap simbol rakyat dan masih berwenang memveto keputusan parlemen dan kabinet. Dari 12 calon, hanya ada empat nama yang menonjol. Selain calon kawakan seperti Horta, kandidat lain yang sangat diperhitungkan adalah Taur Matan Ruak, mantan panglima militer Timor Leste. Ruak yang bernama asli Jose Maria de Casconselho adalah mantan panglima milisi Falintil yang aktif melawan TNI selama negara itu masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia. Dia dikenal sosok tentara yang keras dan pernah mengusulkan wajib militer buat anak-anak muda Timor Leste.Calon lain yang berpeluang menjadi orang nomor satu di negara itu adalah Francisco Gutteres, Ketua Partai Fretilin dan mantan Ketua Parlemen Timor Leste 2002-2007. Kuda hitam lainnya Fernando de Araujo dari Partai Demokrat yang kini menjabat ketua parlemen. Setiap calon presiden harus mendapat lebih dari 50 persen suara untuk langsung menang satu putaran. Bila tidak ada yang mencapai jumlah itu, maka dua kandidat teratas akan maju ke putaran lanjutan dua pekan mendatang.
Jelang Pemilu Timor Leste: 12 calon berebut jadi simbol
Jabatan presiden Timor Leste lebih seremonial, tapi dapat memveto kebijakan parlemen dan didukung rakyat.
Rekomendasi