Prancis tuding Rusia memata-matai lewat ruang angkasa
Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly mengatakan, Rusia berusaha mencegat transmisi satelit milik Prancis-Italia yang digunakan untuk berkomunikasi secara aman. Langkah itu dinilai Parly sebagai upaya memata-matai.
"Satelit Rusia Louch-Olymp telah mendekati satelit Athena-Fidus pada 2017 lalu. Satelit itu datang begitu dekat hingga membuat siapa pun akan berpikir bahwa benda itu berusaha mencuri informasi kami," kata Parly, dikutip dari Reuters, Sabtu (8/9).
"Berusaha mendengarkan informasi milik tetangga bukan hanya tidak pantas, tetapi itu adalah tindakan memata-matai," lanjutnya.
Parly juga melihat upaya Rusia sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih sejak itu satelit Rusia juga mulai menargetkan satelit lain.
"Kami berada dalam bahaya. Komunikasi kami, latihan militer kami, kehidupan sehari-hari kami berada dalam bahaya jika kami tidak segera beraksi," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa negara tersebut akan menyelesaikan rencana pertahanan ruang strategis hingga akhir tahun.
Pernyataan Parly datang seminggu setelah Presiden Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa untuk memodernisasi hubungan pasca-Perang Dingin dengan Rusia meski ada ketegangan dengan Barat, termasuk tentang tuduhan campur tangan dalam pemilihan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya