Polisi Pakistan Buru Dukun yang Pasak Kepala Pasiennya dengan Paku
Merdeka.com - Perburuan seorang dukun berlangsung di Pakistan setelah dukun tersebut diduga memasakkan paku ke kepala pasiennya yang seorang ibu hamil.
Ibu hamil ini tiba di sebuah rumah sakit di Peshawar setelah berusaha mengeluarkan paku 5 sentimeter dari dalam kepalanya dengan tang.
Awalnya dia mengatakan kepada dokter bahwa dia melakukan itu sendiri, tapi kemudian mengaku seorang dukun yang melakukannya. Dukun ini mengklaim dia bisa menjamin perempuan itu akan melahirkan seorang bayi laki-laki.
Dikutip dari laman BBC, Kamis (10/2), polisi mulai penyelidikan setelah foto x-ray luka perempuan tersebut muncul di dunia maya.
Dr Khaider Khan, seorang pegawai di Rumah Sakit Lady Reading, mengatakan perempuan itu "sepenuhnya sadar, tapi sangat kesakitan", ketika dia datang untuk berobat.
Staf di rumah sakit itu mengatakan kepada koran lokal, Dawn, perempuan itu mendatangi dukun itu setelah mendengar dari tetangganya. Perempuan itu merupakan ibu tiga putri, dan suaminya mengancam akan meninggalkannya jika kembali melahirkan anak perempuan.
"Dia hamil tiga bulan dan karena takut dengan suaminya dia pergi ke dukun," jelas seorang staf rumah sakit kepada Dawn.
Di beberapa negara Asia Selatan, seorang anak laki-laki diyakini lebih menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya daripada anak perempuan. Hal ini menyebabkan maraknya praktek perdukunan.
Praktek perdukunan ini hal yang biasa di beberapa wilayah Pakistan, khususnya di barat laut yang masih dihuni masyarakat dari suku tertentu. Praktek mereka berdasarkan ajaran Sufi dan kadang disebut sebagai bentuk mistisisme Islam. Banyak aliran Islam yang melarang praktek ini.
Di Twitter pada Selasa, kepala kepolisian Peshawar, Abbas Ahsan mengatakan, tim penyelidikan khusus telah dibentuk "untuk mengadili dukun tersebut yang mempermainkan nyawa seorang perempuan tak berdosa dan memaku kepalanya dengan janji palsu seorang anak laki-laki".
Polisi selama beberapa hari memeriksa staf rumah sakit dan berusaha menelusuri perempuan tersebut, yang meninggalkan rumah sakit setelah petugas mencabut paku yang bersarang di kepalanya. Polisi berharap perempuan itu bisa menyebutkan identitas dukun tersebut.
Ahsan juga mengatakan petugasnya akan memeriksa kenapa staf rumah sakit tidak melaporkan insiden itu ke polisi saat perempuan itu pertama kali datang ke rumah sakit.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya