Pesawat luar angkasa Jepang teliti asteroid cari asal usul kelahiran tata surya
Merdeka.com - Jepang menyelidiki asteroid sejauh 300 juta kilometer untuk mengumpulkan informasi tentang kelahiran tata surya dan asal usul kehidupan. Setelah lebih dari tiga tahun perjalanan melalui luar angkasa.
Pejabat dari Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang (JAXA) mengatakan Probe Hayabusa2 menempati posisi observasi 20 kilometer (12 mil) di atas asteroid Ryugu.
"Kami telah mengonfirmasi kedatangan Hayabusa2 di asteroid Ryugu," kata JAXA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Rabu (27/6).
Asteroid Ryugu diduga memiliki kandungan bahan organik dan air dalam jumlah yang relatif besar. Memiliki sumber kehidupan, ilmuwan berharap sampel yang diambil dari asteroid bisa memberi petunjuk tentang asal-usul kehidupan di Bumi.
Pengumuman JAXA dikeluarkan beberapa hari sebelum Hari Asteroid Internasional PBB yang jatuh pada 30 Juni. Ini menjadi perayaan internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya dampak asteroid dan kemajuan teknologi untuk melawan ancaman semacam itu.
Nama Ryugu sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti 'Istana Naga'. Adalah sebuah sebuah kastil di dasar samudera dalam cerita kuno Jepang.
Foto-foto Ryugu menunjukkan bagian permukaan kasar dengan sesuatu yang berputar di bagian atasnya.
Robot penyelidikan akan mendarat di Ryugu dalam beberapa bulan mendatang dan mengambil sampel "untuk memperjelas asal usul kehidupan," kata JAXA.
Pesawat luar angkasa Hayabusa2 seukuran kulkas besar. Hayabusa dalam bahasa Jepang yang berarti elang dilengkapi dengan panel surya dan merupakan penerus dari penjelajah asteroid pertama JAXA.
Proyek Hayabusa2 menelan biaya30 miliar Yen atau USD 274 juta. Pertama kali diluncurkan pada Desember 2014 dan tinggal asteroid selama 18 bulan sebelum kembali ke Bumi dengan sampel pada akhir 2020.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya