Pesawat Jet Bangladesh Jatuh di Gedung Sekolah, Api Berkobar Hebat Hingga Pilot dan 31 Siswa Tewas
Korban tewas banyak mengalami luka bakar dan ada yang dievakuasi dengan becak motor.
Sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh ke sebuah sekolah di Ibu Kota Dhaka Senin siang. Insiden itu menewaskan pilot dan sedikitnya 31 orang lainnya, sebagian besar di antaranya adalah siswa, menurut pejabat setempat.
Kecelakaan itu memicu kebakaran yang membuat gedung dua lantai di Dhaka itu terbakar hebat. Pejabat mengatakan 171 orang, sebagian besar siswa dan banyak yang mengalami luka bakar, berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari lokasi dengan helikopter, ambulans, becak bermotor, dan digendong oleh petugas pemadam kebakaran serta orang tua.
Awalnya dilaporkan 20 orang tewas, namun tujuh orang lainnya meninggal akibat luka-luka pada malam harinya, kata pihak berwenang pada Selasa pagi. Dokter mengatakan kondisi sekitar puluhan korban luka masih kritis pada Senin malam.
Gangguan teknis
Pada Selasa, 78 orang — sebagian besar siswa — masih dirawat di rumah sakit.
Dua puluh jenazah telah diserahkan kepada keluarga mereka. Beberapa tubuh korban hangus dan sulit dikenali, sehingga kemungkinan memerlukan tes DNA untuk identifikasi. Sebuah posko donor darah telah dibuka di rumah sakit khusus luka bakar tempat sebagian besar korban dirawat.
Maherin Chowdhury, seorang guru yang menyelamatkan lebih dari 20 siswa dari sekolah yang terbakar, meninggal akibat luka bakar parah, menurut rekan kerjanya, Tanzina Tanu.
Pesawat latih buatan China, F-7 BGI, mengalami “gangguan teknis” sesaat setelah lepas landas pada pukul 13.06, dan pilot berusaha mengarahkan pesawat ke area yang kurang padat penduduk sebelum akhirnya jatuh di kampus Milestone School and College, menurut pernyataan militer.
MIliter tidak memberi rincian
Namun, belum jelas bagaimana pilot tersebut tewas — apakah ia masih berada di dalam pesawat saat kecelakaan atau sempat keluar dengan kursi pelontar sebelum pesawat menabrak gedung. Militer tidak memberikan rincian mengenai hal tersebut.
Banyak keluarga korban menunggu sepanjang malam di rumah sakit luka bakar khusus untuk menemukan jenazah orang tercinta mereka.
Menjelang tengah malam, Mohammed Abdur Rahim masih mencari sepupunya, Afia Akter, di rumah sakit.
“Kami belum menemukan sepupu saya. Dia hilang. Dokter di sini meminta kami mencari ke rumah sakit lain,” katanya kepada Associated Press.
Kawasan padat penduduk
Para siswa mengatakan bangunan sekolah bergetar hebat, disusul ledakan besar yang membuat mereka lari menyelamatkan diri. Suasana panik terjadi di lokasi kejadian, dengan kerabat korban mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Teriakan histeris memenuhi udara rumah sakit terdekat.
Sekolah Milestone terletak di kawasan Uttara, Dhaka, sekitar 11 kilometer dari pangkalan udara A.K. Khandaker. Sekolah ini berada di kawasan padat penduduk dekat stasiun metro dan dikelilingi oleh berbagai toko serta rumah warga.
Pilot, Letnan Penerbang Mohammed Toukir Islam, melakukan “segala upaya untuk mengarahkan pesawat menjauh dari daerah padat penduduk menuju lokasi yang lebih jarang dihuni,” kata militer. Mereka menyatakan penyelidikan atas penyebab kecelakaan akan dilakukan.
Media lokal melaporkan ini adalah penerbangan solo pertama pilot tersebut, yang sedang menyelesaikan pelatihan akhirnya.
Ini merupakan kecelakaan pesawat paling mematikan di ibu kota Bangladesh dalam catatan terakhir. Pada 2008, sebuah jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya yang sempat melontarkan diri setelah menemukan masalah teknis.
Pemerintah mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Selasa, dengan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri.