Menlu Selandia Baru Terbang ke Turki Klarifikasi Maksud Erdogan Soal Teror Masjid

Rabu, 20 Maret 2019 18:43 Reporter : Hari Ariyanti
Menlu Selandia Baru Terbang ke Turki Klarifikasi Maksud Erdogan Soal Teror Masjid PM Selandia Baru Jacinda Ardern. ©2019 New Zealand Prime Minister's Office/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Winston Peters akan berangkat ke Turki untuk mengklarifikasi langsung maksud komentar Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan atas serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu. Warga Australia, Brenton Tarrant (28), didakwa melakukan pembunuhan setelah melepaskan tembakan di dalam masjid yang menewaskan 50 jemaah.

Erdogan - yang tengah berupaya menggalang dukungan untuk Partai AK untuk Pemilu pada 31 Maret - mengatakan Turki akan membuat perhitungan dengan pelaku teror jika Selandia Baru tidak bertindak apapun. Hal itu dia sampaikan saat berkampanye dengan menyertakan rekaman video penembakan yang disiarkan secara langsung oleh pelaku di Facebook.

Ardern mengatakan pihaknya perlu segera mendapat klarifikasi atas pernyataan tersebut. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (20/3).

"Wakil Perdana Menteri akan mengkonfrontasi (terkait) komentar itu di Turki," kata Ardern kepada wartawan di Christchurch.

Peters sebelumnya mengutuk penayangan rekaman penembakan itu, yang katanya bisa membahayakan warga Selandia Baru di luar negeri. Terlepas dari campur tangan Peters, manifesto Tarrant muncul di layar kampanye Erdogan pada Selasa, bersama dengan cuplikan pria bersenjata memasuki salah satu masjid dan menembak saat mendekati pintu.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison memanggil duta besar Turki dan meminta komentar Erdogan dihapus dari media Turki.

"Saya menantikan tanggapan dari pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut, tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa semua opsi ada di meja," kata Morrison kepada wartawan di Canberra.

Morrison mengatakan, Duta Besar Australia untuk Turki pada hari Rabu akan bertemu dengan pejabat pemerintah Turki. Canberra juga mempertimbangkan kembali anjuran perjalanan warga Australia yang merencanakan kunjungan ke Turki.

Hubungan antara Turki, Selandia Baru dan Australia pada umumnya berjalan baik. Ribuan warga Australia dan Selandia Baru berkunjung setiap tahun ke Turki untuk upacara peringatan perang.

Lebih dari seabad yang lalu, ribuan tentara dari Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru (ANZAC) berjuang di daratan sebuah pantai sempit di Gallipoli selama kampanye naas yang merenggut lebih dari 130.000 jiwa. Area ini telah menjadi situs ziarah bagi pengunjung yang menghormati bangsanya yang tewas di belahan dunia lain pada peringatan Hari ANZAC setiap tanggal 25 April. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini