Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perempuan Rusia di Iran diharuskan pakai jilbab

Perempuan Rusia di Iran diharuskan pakai jilbab Perempuan Rusia berjilbab. arabia.msn.com

Merdeka.com - Seorang anggota parlemen Iran keberatan teknisi perempuan Rusia bekerja di pembangkit tenaga nuklir Bushehr tak mengenakan jilbab.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (26/12), menurut anggota parlemen bernama Seyyed Mehdi Mousavi Nejad, teknisi perempuan asal Rusia itu tidak menghormati sopan santun cara berpakaian bagi perempuan di Iran, padahal mereka telah dibayar untuk bekerja menggunakan jilbab. "Para teknisi perempuan Rusia itu dibayar tapi tidak mengenakan pakaian sesuai perjanjian kontrak," kata dia kepada kantor berita Sepas News.

Dia mengatakan para teknisi perempuan itu sering berjalan-jalan pergi ke pasar tanpa memakai jilbab atau berkerudung kurang lengkap. Dia mendesak mereka memenuhi perjanjian sesuai yang ditandatangani di kontrak. Nejad tidak tahu berapa besar pemerintah Iran menggaji para teknisi perempuan Rusia itu.

Rusia selama ini menjadi kontraktor utama di pembangkit tenaga nuklir Bushehr sejak 1990-an. Namun pembangkit tenaga nuklir itu belum beroperasi penuh dan terhubung ke jaringan listrik nasional.

Semua kaum hawa di Iran, meski berasal dari negara mana pun dan beragama apa pun, diharuskan mengenakan kerudung menutupi rambut dan seluruh tubuh. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP