Penembakan di parlemen Iran, WNI diminta tidak keluar rumah
Merdeka.com - Situasi di Iran usai penembakan di Gedung Parlemen dan makam Ayatullah Khomeini masih belum kondusif. Insiden ini mengakibatkan tujuh orang tewas, tujuh terluka dan empat lainnya disandera pelaku.
Kedutaan Besar RI di Teheran mengimbau warga negara Indonesia di Iran untuk terus waspada. Lewat keterangan tertulis diterima merdeka.com, KBRI Iran menganjurkan WNI yang tidak ada kepentingan untuk tidak keluar dari rumah ke tempat keramaian.
KBRI Iran menuturkan belum menerima laporan WNI menjadi korban. Meski demikian, perwakilan diplomatik ini terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat dan komunitas WNI di sana.
"Situasi di Kota Teheran saat ini masih kurang kondusif, dianjurkan warga Indonesia yang tidak ada kepentingan disarankan tidak keluar rumah atau KBRI ke tempat keramaian," demikian dikutip dari keterangan KBRI Teheran, Rabu (7/6).
"Sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban dan diharapkan tidak ada WNI jadi korban," imbuh KBRI Teheran.
Pria bersenjata melancarkan serangan di Ibu Kota Iran, Tehran pada pagi ini waktu setempat di Gedung Parlemen hingga menewaskan seorang penjaga keamanan dan melukai lainnya.
"Ada tiga pria bersenjata menggerebek gedung parlemen dan menewaskan satu penjaga parlemen. Salah satu pelaku menyerang dengan pistol dan dua lainnya dengan senapan serbu Kalashnikov AK-47," kata anggota parlemen, Elias Hazrati.
Selain di Gedung Parlemen, serangan lain di waktu sama juga terjadi di Makam Ayatollah Khomeini di Teheran Selatan. Tiga pria bersenjata menembakkan senjata api hingga melukai beberapa orang.
Salah satu saksi yang tidak disebutkan namanya menyebut bahwa penyerang di makan Ayatollah Khomeini meledakkan diri usai melakukan penyerangan.
Kantor berita Fars mengatakan empat sosok bersenjata melepaskan tembakan di kompleks makam Khomeini. Tiga pelaku menembak ke arah pengunjung makam, sedangkan yang keempat meledakkan diri di depan sebuah kantor polisi di seberang makam.
Laporan pukul 07.10 mengatakan salah satu pelaku tewas dalam bentrokan, yang kedua bunuh diri dengan menelan kapsul sianida, dan yang ketiga adalah seorang perempuan, dia dibekuk aparat keamanan. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya