Peneliti Temukan 51 Perhiasan Berusia 2.000 Tahun di Makam Kuno, Sebagian Besar Dibuat dengan Bor Berlian Canggih

Temuan ini menunjukkan manusia telah menggunakan tingkat teknologi tinggi pada masa itu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Peneliti Temukan 51 Perhiasan Berusia 2.000 Tahun di Makam Kuno, Sebagian Besar Dibuat dengan Bor Berlian Canggih
Peneliti Temukan 51 Perhiasan Berusia 2.000 Tahun di Makam Kuno, Sebagian Besar Dibuat dengan Bor Berlian Canggih (Merdeka.com)

Sebuah penemuan arkeologi yang luar biasa telah mengungkap teknologi pembuatan perhiasan yang sangat canggih di masa lalu. Sebanyak 51 perhiasan berupa manik-manik berusia 2.000 tahun ditemukan di Pemakaman Rabat, Uzbekistan, yang dibuat dengan mata bor berlian yang canggih.

Manik-manik ini, terbuat dari batu semi mulia seperti carnelian, agate, dan garnet, berasal dari budaya nomaden Yuezhi yang hidup di wilayah Bactria antara abad ke-2 SM hingga abad ke-1 M.

Dikutip dari IFL Science, Senin (19/3), para peneliti menggunakan analisis mikroskop elektron pemindaian (SEM) untuk memeriksa 51 manik-manik tersebut. Hasilnya sebanyak 41 manik-manik menunjukkan tanda-tanda yang konsisten dengan penggunaan mata bor berlian. Bukan hanya sekedar penggunaan mata bor biasa, tetapi teknik yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang sifat berlian dan kemampuannya untuk mengolah batu keras.

Teknik ini melibatkan penggunaan dua jenis mata bor berlian; mata bor berlian tunggal untuk memulai lubang, kemudian beralih ke mata bor berlian ganda yang lebih sempit untuk proses finishing yang presisi.

Meskipun penelitian sebelumnya telah menyinggung kemungkinan penggunaan teknologi serupa di peradaban Lembah Indus di Pakistan dan Mesir kuno, penemuan di Uzbekistan memberikan bukti konkrit dan memperluas cakrawala pemahaman kita tentang teknologi perhiasan kuno. Kemampuan untuk membuat lubang presisi pada batu keras menunjukkan tingkat keahlian dan penguasaan teknologi yang luar biasa pada masa itu, jauh melampaui ekspektasi sebelumnya.

Proses pengeboran berlian serupa juga ditemukan pada manik-manik dari situs Kwa Mgogo di Tanzania, meskipun manik-manik ini diproduksi berabad-abad kemudian.

Produk Lokal

Para peneliti juga menemukan perbedaan signifikan antara teknik yang digunakan di Baktria dan teknik yang terlihat pada manik-manik serupa dari Lembah Indus. Hal ini menunjukkan, relik di Pemakaman Rabat tidak diimpor dari India atau Pakistan, seperti yang telah diduga sebelumnya, tetapi mungkin diproduksi secara lokal.

Para peneliti menjelaskan, ini menunjukkan penggunaan bor berlian telah ada di wilayah yang luas di Asia selatan dan tengah sejak 2.000 tahun yang lalu. Namun, saat ini, mustahil untuk mengatakan dengan tepat di mana manik-manik tersebut diproduksi, karena penulis studi belum menemukan bor atau bengkel pembuatan manik-manik batu keras di sekitar pemakaman.

Studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Sciences.

Rekomendasi