Pemikiran Stephen Hawking soal hidup, otak manusia dan perempuan

Rabu, 14 Maret 2018 13:50 Reporter : Merdeka
Pemikiran Stephen Hawking soal hidup, otak manusia dan perempuan Stephen Hawking dan Jane Hawking. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Selain karya selama hidup, pemikiran-pemikiran ilmuwan fisika Stephen Hawking adalah salah satu yang menarik. Dia pernah menyamakan otak manusia dengan komputer. Selain itu, dia menyatakan otak manusia mampu bekerja di luar tubuh. Dan bagi Hawking, salah satu yang paling rumit adalah wanita.

"Menurutku, otak seperti sebuah program dalam pikiran manusia, yang mirip komputer. Jadi, secara teoritis menyalin otak adalah komputer adalah mungkin. Hal itu akan menyediakan bentuk kehidupan setelah mati," kata dia seperti dimuat Cambridge News, 22 September 2013.

Dalam kalimat terakhir soal akhirat, lagi-lagi Stephen Hawking terang-terangan soal ketidakpercayaannya terhadap Tuhan.

"Namun, ini jauh melampaui kemampuan kita sekarang. Saya pikir akhirat konvensional adalah dongeng untuk orang-orang takut gelap," katanya seperti dikutip The Guardian.

Film dokumenter tentang hidupnya mengisahkan tentang masa kecil Hawking yang bermimpi menuntut ilmu di Universitas Oxford, namun justru berlabuh di Universitas Cambridge, dan memulai kejeniusannya dalam karier fisika dan kosmologi.

Sementara itu, gabungan beberapa penelitian ilmiah terbaru mengatakan bahwa otak manusia adalah 'komputer biologis', di mana fungsinya serupa dengan perangkat komputer personal berdaya kuantum.

Inilah yang menjadi dasar penelitian lanjutan yang menyebut bahwa jiwa manusia akan tetap abadi setelah jasadnya meninggal.

Abadi yang dimaksud adalah kekal dalam bentuk energi yang mampu berhubungan dengan dimensi lain (multi universe), demikian dilansir dari situs Tetribe pada Senin, 12 Maret 2018.

Bagi Hawking, yang masih menjadi misteri terbesar dan belum terpecahkan adalah wanita. Hawking mengaku wanita adalah salah satu yang paling rumit dalam fisika modern.

Hal itu diungkapkan saat majalah sains New Scientist menanyai penulis buku Brief History of Time itu. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan yang paling rumit dalam fisika modern. "Wanita. Mereka adalah misteri."

Stephen Hawking menuturkan, lima orang yang paling berkuasa di inggris Raya adalah perempuan. Menurutnya, itu adalah dampak dari pergeseran seismik dalam kesetaraan gender.

Lima perempuan paling berkuasa tersebut, Ratu Elizabeth II, PM Theresa May, pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd, dan kepala Kepolisian London (Met Police) Cressida Dick. Ini adalah bukti bahwa zaman telah berubah.

"Aku menyambut baik tanda-tanda kebebasan perempuan," kata dia saat diwawancarai Piers Morgan dalam acara Good Morning Britain ITV, seperti dikutip dari Telegraph pada 20 Maret 2017.

"Namun, masih ada kesenjangan pencapaian perempuan dalam status tinggi di sektor publik dan sektor privat."

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: liputan6.com

Simak videonya berikut ini:

[noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini