Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orang-Orang Ini Mengklaim Temukan Bahtera Nabi Nuh, Siapa Saja Mereka?

Orang-Orang Ini Mengklaim Temukan Bahtera Nabi Nuh, Siapa Saja Mereka? kapal nabi nuh di turki. ©finalfrontier.org.uk

Merdeka.com - Kisah banjir besar yang dikirimkan Tuhan sebagai bentuk hukuman terhadap manusia di zaman Nabi Nuh tidak hanya dikisahkan dalam kitab suci, tapi disebut juga di dalam sejumlah kebudayaan, mulai dari Gun-Yu di zaman China kuno sampai peradaban Babilonia.

Dalam kisah di dalam kitab suci baik Alkitab maupun Alquran, Nabi Nuh membangun bahtera untuk menyelamatkan diri, keluarga, dan penduduk serta hewan dari air bah tersebut. Bahtera itu disebut terdampar di Gunung Ararat, Turki.

Dari puluhan tahun lalu, banyak orang telah mengklaim menemukan bahtera Nabi Nuh. Dilansir IFL Science, Selasa (30/5), beberapa pihak memiliki sumber daya untuk menyelidiki keberadaan bahtera tersebut. Mereka percaya Bahtera Nuh itu nyata dan mungkin masih tergeletak di suatu tempat di daratan atau di lautan.

Orang-orang Kristen meyakini bahtera Nuh mendarat di Gunung Ararat dan bekas-bekasnya masih ada hingga saat ini.

Seorang pria bernama George Hagopian mengklaim telah menemukan Bahtera Nuh tidak hanya sekali, tapi dua kali. Dia mengklaim ketika masih anak-anak, dia mendaki ke Gunung Ararat di area tempat domba biasanya merumput.

Karena kekeringan selama empat tahun, bahtera yang tertutup salju itu ditemukan dan dia dapat menaiki tangga di luar bahtera, sebelum berjalan di atasnya. Dia mengunjungi kapal itu lagi, menurut catatannya sendiri (tidak terbukti), dan mengklaim bahwa kayu itu telah membatu.

Klaim pilot Rusia

Kisah lainnya mengklaim bahwa seorang pilot Rusia, Letnan Vladimir Roskovitsky menemukan bahtera tersebut dan menjelajah di ruangan-ruangannya termasuk kandang yang ada di dalamnya pada tahun 1916.

Klaim ini ternyata hoaks, disebarkan oleh salah satu majalah pada tahun 1940 yang berpura-pura mewawancarai karakter fiksi bernama Roskovitsky.

Walaupun tidak mengklaim menemukan bahtera tersebut, pada tahun 1973, astronot James Irwin memimpin ekspedisi ke Gunung Ararat untuk mencari bahtera Nabi Nuh. Ekspedisi dilakukan setelah dia pensiun dan menjadi seorang Kristen taat. Namun hasilnya nihil, Irwin tidak berhasil menemukan sisa-sisa bahtera tersebut.

Klaim penemuan tahun 1993

Pada 1993, CBS menayangkan program "The Incredible Discovery of Noah’s Ark", menampilkan sebuah kayu yang diklaim berasal dari kapal Nabi Nuh. Menurut pria yang menemukan kayu itu, George Jammal, kayu itu dibawa sebagai bukti penemuannya.

Jammal, seorang aktor pengangguran, kemudian mengakui bahwa itu adalah hoaks, menyebut penelitian yang buruk yang dilakukan pembuat film dokumenter tersebut.

Kayu "sakral" itu sebenarnya berasal dari rel kereta api di Long Beach. Dia belum pernah ke Gunung Ararat, juga belum pernah menginjakkan kaki di Turki.

Kayu kapal

Pada 2021, arkeolog di proyek Noah's Ark Scans mengklaim menemukan bahtera Nabi Nuh menggunakan pemindaian 3D (tiga dimensi). Tim arkeolog percaya mereka telah melihat sebuah benda yang cocok dengan deskripsi yang disampaikan dalam Alkitab.

"Garis paralel dan sudut siku-siku di bawah permukaan seperti itu adalah sesuatu yang tidak Anda duga akan terlihat dalam formasi geologi alami," kata peneliti proyek Andrew Jones saat itu.

"Tapi hasil ini adalah apa yang Anda harapkan untuk melihat apakah ini adalah perahu buatan manusia yang sesuai dengan persyaratan Alkitab dari Bahtera Nuh."

Namun para ahli geologi meyakini itu adalah batu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP