Malaysia marah ditagih Rp 8,7 M per bayi panda oleh China
Merdeka.com - Pemerintah Malaysia menyatakan sebaiknya kebun binatang di negaranya tidak lagi merawat panda. Hewan lucu itu sekalipun tumbuh di negara lain, tetap diklaim milik pemerintah China sebagai pemilik lokasi habitat aslinya.
Dengan alasan membantu konservasi, setiap kebun binatang di seluruh dunia yang membantu persalinan panda diplomatik diminta membayar USD 600 ribu (setara Rp 8,7 miliar) untuk setiap bayinya. Uang sebesar itu dikirim kepada pemerintah China. Pembayaran ini wajib ditransfer dalam jangka 12 bulan.
Tagihan memberatkan itu diungkap oleh Menteri Sumber Daya alam dan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Wan Junaidi Jafaar. Surat kabar the Daily Mail, Selasa (22/9), melaporkan, Wan Junaidi mengatakan tagihan ini jelas sangat memberatkan pengelola bonbin maupun negara yang kebetulan merawat panda pemberian resmi pemerintah RRC.
"Bahkan untuk menamai bayi panda itu kami harus mendapat persetujuan dari pemerintah China," ujarnya.
Klausul itu mengikat 18 negara yang mendapat kiriman panda resmi dari pemerintah China. Bukan cuma ditagih ongkos 'kelahiran', negara penerima Panda wajib menyerahkan hewan terancam ini ke Negeri Tirai Bambu setelah berusia dua tahun.
Panda yang akan melahirkan di Negeri Jiran datang dalam rangka perayaan 50 tahun Kebun Binatang Nasional di Kuala Lumpur, sekaligus menghormati 40 tahun hubungan diplomatik China-Malaysia. Dua panda yang kini beranak pinak adalah Xing Xing (tampan) serta Liang Liang (cantik).

Wan Junaidi lantas buka-bukaan soal ongkos merawat seekor panda. Pihak Bonbin Kuala Lumpur menganggarkan USD 10 ribu (setara Rp 146 juta) untuk makanan serta nutrisi tambahan sesuai kebutuhan hewan yang berkerabat dengan beruang itu. Dana ini belum termasuk USD 4 miliar yang digelontorkan untuk merenovasi kandang supaya mirip hutan alami.
Kendati begitu, Malaysia tidak akan mengusir panda yang diberikan secara resmi oleh pemerintah China. Diplomasi panda sudah dijalankan sejak era Kaisar Wu. Walau sekarang China dikuasai Partai Komunis, tradisi mengirim panda ke negara mitra tetap dijaga. Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Meksiko, Australia, hingga Spanyol semua mendapat kiriman panda tanda persahabatan.
Jika negara yang dikirimi bisa merawat panda itu, maka hubungan bilateral dengan Negeri Tirai Bambu dapat menguat. Panda raksasa (ailuropoda melanoleuca) banyak ditemukan di kawasan pegunungan bagian barat RRC. Hewan imut berbulu putih hitam ini terancam di alam bebas.
Habitat mereka kini terdesak oleh pembangunan di China. Sementara panda terkenal susah berkembang biak serta hanya bisa mengonsumsi bambu.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya