Mahathir Mohamad Kecam India Soal UU Kewarganegaraan Baru

Sabtu, 21 Desember 2019 09:26 Reporter : Hari Ariyanti
Mahathir Mohamad Kecam India Soal UU Kewarganegaraan Baru Mahathir Mohamad di sela KTT Kuala Lumpur 2019.. ©2019/Lim Huey Teng/Reuters

Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengecam UU Kewarganegaraan baru India, yang dinilai sebagai diskriminasi terhadap Muslim dan memicu unjuk rasa di seluruh negeri.

Berbicara di sela KTT Kuala Lumpur 2019 pada Jumat (20/12), Mahathir mempertanyakan pentingnya UU tersebut yang disebut Citizenship Amendment Act (CAA), ketika warga India telah hidup bersama selama 70 tahun.

"Orang-orang menderita karena UU ini. Kenapa perlu ada ini ketika semua, dalam 70 tahun, mereka hidup bersama sebagai warga tanpa ada masalah?" tanya dia, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (21/12).

UU ini akan mempermudah warga minoritas dari tiga negara tetangga mendapatkan status kewarganegaraan India, kecuali Muslim.

UU ini menimbulkan ketakutan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi akan menjadikan India sebagai negara Hindu dan meminggirkan 200 juta warga Muslim, yang jumlahnya 14 persen dari 1,3 miliar populasi India.

"Saya sedih melihat India, yang mengklaim sebagai negara sekuler sekarang mengambil tindakan mencabut kewarganegaraan warga Muslim," kata pemimpin 94 tahun tersebut.

"Jika kita melakukan itu di sini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Bakal terjadi kekacauan dan instabilitas dan setiap orang akan menderita," lanjutnya.

Baca Selanjutnya: Pernyataan Mahathir muncul di saat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini