Kronologi Ditemukannya 4 Bocah Kolombia Setelah Hilang 40 Hari di Hutan Amazon
Merdeka.com - Selama 40 hari setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh, empat bocah dari kelompok masyarakat adat di Kolombia hilang di hutan hujan Amazon.
Operasi pencarian besar-besaran dikerahkan. Akhirnya empat bocah itu ditemukan selamat pada Jumat (9/6).
Mereka kemudian diterbangkan ke ibu kota Kolombia, Bogota pada Sabtu pagi. Di Bogota, ambulans telah menunggu mereka dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Berikut kronologi penemuan empat bocah tersebut, seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (11/6).
Penerbangan nahas
Pada 1 Mei pagi, pesawat Cessna 2016 milik perusahaan Avianline Charters meninggalkan kawasan hutan yang dikenal dengan nama Araracuara menuju San Jose del Guaviare, salah satu daerah utama di Amazon Kolombia.
Di dalam pesawat itu ada pilot, ketua masyarakat adat Huitoto, ibu keempat bocah Magdalena Mucutui Valencia, dan empat bocah tersebut yang berusia 13 tahun, sembilan tahun, empat tahun, dan 11 bulan.
Beberapa menit setelah terbang 350 kilometer di atas hutan, pilot melaporkan masalah mesin dan pesawat tersebut menghilang dari radar.
Menurut pejabat, empat bocah bersama ibunya itu melarikan diri dari ancaman kelompok bersenjata.
Tanda-tanda kehidupan
Antara 15 dan 16 Mei, tentara menemukan jasad pilot dan dua orang dewasa di daerah Caqueta. Pesawat tersebut terjebak di atas pepohonan yang lebat, sedangkan moncong pesawat hancur.
Empat bocah tersebut tidak berhasil ditemukan.
Seekor anjing pelacak menemukan botol susu di dekat TKP jatuhnya pesawat.
Lebih dari 11 anggota militer dikerahkan ke kawasan tersebut, diduga ada sedikitnya satu korban selamat.
Sejumlah anggota masyarakat adat dari desa-desa terdekat juga ikut dalam misi pencarian ke seluruh Amazon, yang terkenal karena binatang buasnya seperti ular, jaguar, juga para kelompok pengedar narkoba bersenjata.
Pesawat militer juga menyebarkan 10.000 lembar selebaran ke dalam hutan berisi tips-tips dan instruksi bertahan hidup dalam bahasa Spanyol dan bahasa daerah yang digunakan anak-anak tersebut.
Sebuah helikopter angkatan udara juga menyiarkan rekaman audio nenek bocah tersebut, meminta mereka untuk tetap diam di tempat mereka saat itu.
Sepatu, baju, dan buah-buahan yang telah dimakan ditemukan di antara rimbunan pepohonan.
Sekitar 2,5 km dari lokasi jatuhnya pesawat, tentara juga menemukan sebuah kemah yang ditinggalkan oleh gerilyawan.
Tantangan operasi pencarian
Hujan deras dan pohon-pohon raksasa yang bisa tumbuh sampai 40 meter mempersulit operasi pencarian.
Tiga pekan setelah kecelakaan pesawat, tentara menemukan popok dan sepatu, dan mengklaim mereka telah melewati dalam jarak 100m dari anak-anak itu. Pencarian dikurangi menjadi bagian hutan seluas 20 km persegi.
Pada 17 Mei, tentara menemukan sebuah kemah, dibuat dari batang kayu. Anjing pelacak menemukan gunting dan ikat rambut.
Pada hari yang sama, Presiden Kolombia, Gustavo Petri mengumumkan anak-anak tersebut ditemukan masih hidup. Namun sehari kemudian dia menarik pernyataannya, mengatakan dia menerima informasi yang salah.
Pada 26 Mei, militer melakukan perayaan simbolis untuk bayi 11 bulan yang berulang tahun ke-1 tahun pada hari itu, di mana dia dan kakak-kakaknya telah hampir sebulan menghilang di hutan.
Ditemukan selamat
Pada 9 Juni, Presiden Petro mengumumkan anak-anak tersebut ditemukan selamat dan merilis sebuah foto yang menunjukkan mereka dikelilingi para tentara dan anggota masyarakat adat yang terlibat dalam misi pencarian. Anak-anak tersebut tampak kurus dan tanpa alas kaki.
"Mereka sendirian, berhasil menyelamatkan diri mereka. Sebuah contoh pertahanan hidup sepenuhnya yang akan dikenang dalam sejarah," jelas Petro.
Menurut militer, tim menemukan anak-anak tersebut sekitar 5 km di barat lokasi jatuhnya pesawat.
Bocah tersebut tiba di bandara militer di Bogota pada 10 Juni pagi, dan langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya