Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan 'Valentine Jane Doe' Terungkap Setelah 29 Tahun

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan 'Valentine Jane Doe' Terungkap Setelah 29 Tahun Wanda Kirkum (kiri) dan Robert Lynn Bradley. ©Monroe County Sheriff's Office

Merdeka.com - Selama hampir 30 tahun, polisi Florida telah dibuat penasaran oleh kasus pembunuhan terhadap seorang remaja tanpa identitas yang dikenal sebagai 'Valentine Jane Doe'. Nama itu diberikan karena korban diperkosa dan dibunuh pada 14 Februari 1991. Jane Doe adalah nama yang diberikan kepada jenazah perempuan yang tidak diketahui identitasnya.

Misteri itu terungkap setelah para penyelidik mengatakan hasil uji DNA telah membantu mereka menjawab dua pertanyaan utama dalam kasus ini: Siapa wanita muda yang ditemukan tewas di Florida Keys pada tahun 1991, dan siapa yang mencekiknya dengan atasan bikini pinknya?

Kantor Sheriff Kota Monroe mengumumkan pada hari Senin (15/6) bahwa korban telah diidentifikasi sebagai Wanda Deann Kirkum (18), dari Hornell, New York. Dan pria yang membunuhnya adalah Robert Lynn Bradley dari Texas.

Seperti dikutip dari DailyBeast, Selasa (16/6), polisi mengatakan Bradley tidak akan dibawa ke pengadilan karena Bradley sendiri terbunuh setahun kemudian dalam kasus pembunuhan di Texas pada April 1992 pada usia 31.

DNA Bradley diperoleh dari TKP 1991 di Florida Keys. DNA itu, serta DNA dari tempat kematian Bradley di Texas, baru-baru ini dibandingkan di laboratorium kejahatan FDLE dan cocok.

"Kasus ini adalah bukti dan contoh cemerlang dari komitmen lembaga ini untuk menyelesaikan kejahatan, tidak peduli berapa pun usia kasusnya dan apa pun tantangannya," kata Sheriff Rick Ramsay.

Mayat Kirkum Ditemukan Telanjang

Kasus ini terjadi saat tubuh telanjang Kirkum ditemukan di area berhutan di jalan raya yang menghubungkan Miami ke Keys, Florida. Tubuh Kirkum tertelungkup dalam air, dengan tanda-tanda di tanah menunjukkan bagaimana dia diseret. Pemeriksaan forensik menentukan bahwa Kirkum telah dipukuli, diperkosa dan dicekik sampai mati.

Setelah mengeluarkan deskripsi jenazah, polisi mendapat petunjuk berharga dari sejumlah saksi bahwa korban sebelumnya terlihat berusaha untuk menumpang pergi ke utara pada Hari Valentine.

Tidak adanya garis-garis cokelat di tubuhnya menunjukkan bahwa Kirkum bukan dari Florida. Dan giginya yang sempurna adalah indikasi seseorang telah merawatnya dengan baik. Hanya keterangan minim itu yang berhasil didapatkan polisi.

Foto-foto pakaian yang terakhir kali dipakai, deskripsi tentang tato dan tindikannya, dan bahkan model forensik tentang penampilannya selama hidup tak membuat identitas Kirkum terungkap.

Kasus ini pernah ditampilkan di acara televisi Unsolved Mysteries, dan polisi mendapat ratusan saran dan informasi tetapi tidak ada yang memecahkan kasus ini.

"Anda bangun di tengah malam dan Anda berpikir, 'Apakah kita melihat ini, siapa dia di sana, apakah ada sesuatu yang kita lewatkan dalam melihat buktinya?'" kata Letnan Manuel Cuervo dari Departemen Sheriff Monroe kepada kepada Crime Watch Daily beberapa tahun yang lalu.

Seperti yang telah terjadi dalam begitu banyak kasus, analisis DNA baru memberi polisi jawaban yang mereka cari. Setelah mengidentifikasi Jane Doe sebagai Kirkum, mereka mengetahui bahwa dia tidak pernah dilaporkan hilang oleh orang tuanya, yang sejak itu meninggal.

"Jam investigasi yang tak terhitung jumlahnya telah dicurahkan untuk mencoba memecahkan kejahatan ini," kata Ramsay dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang, dengan diketahui identitas korban dan tersangka, Kantor Sheriff secara resmi mempertimbangkan 'Pembunuhan Valentine Jane Doe' diselesaikan dan ditutup."

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP