Kakak Tewas Bertempur di Marawi, Adik Gugur Selamatkan WNI dari Sandera Abu Sayyaf

Selasa, 31 Desember 2019 07:38 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kakak Tewas Bertempur di Marawi, Adik Gugur Selamatkan WNI dari Sandera Abu Sayyaf Romnick Estacio. ©Facebook

Merdeka.com - Sersan Romnick Estacio dari Korps Marinir Filipina tewas dalam kontak senjata dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf 22 Desember lalu di Panamao, Sulu. Operasi militer itu berhasil membebaskan dua nelayan warga negara Indonesia yakni Maharudin Lunani, 48 tahun, dan Samion Bon Maniue, 27 tahun. Keduanya sejak September lalu bersama Muhammad Farhan, disandera Abu Sayyaf setelah mereka diculik dari perairan Sabah, Malaysia.

Saat ini operasi penyelamatan Farhan masih berlangsung.

Militan Abu Sayyaf yang juga tewas dalam kontak senjata diidentifikasi bernama Hairula Itum.

"Ketika terjadi kontak senjata, kedua korban sandera itu bergegas melarikan diri menjauh dari para penculik dan kami berhasil menyelamatkan mereka," ujar Letnan Jenderal Cirilito Sobejana dari Komando Angkatan Darat Mindanao Barat.

Juru bicara militer Mayor Arvin John Encinas mengatakan pasukan dari Kompi Marinir 62 melihat sejumlah anggota Abu Sayyaf di Barangay Pugad Manul di Pnamao sekitar pukul 04.43. Saat itulah terjadi kontak senjata dan Estacio gugur. Seorang anggota Abu Sayyaf juga tewas dan satu anggota Marinir terluka. Kontak senjata itu berlangsung selama 25 menit.

Pasukan kedua kemudian maju menuju target kedua dan melihat kelompok Abu Sayyaf lain. Kontak senjata terjadi lagi selama 15 menit dan pada saat itulah kedua nelayan WNI berhasil diselamatkan sekitar pukul 06.27 di desa yang sama.

Baca Selanjutnya: Ikut Bertempur di Marawi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini