India Lampaui Brasil, Catat Kasus Infeksi Virus Corona Harian Hampir 169.000

Senin, 12 April 2021 15:00 Reporter : Hari Ariyanti
India Lampaui Brasil, Catat Kasus Infeksi Virus Corona Harian Hampir 169.000 Sungai Gangga. ©2013 Merdeka.com/Febrianti Diah Kusumaningrum

Merdeka.com - Pada Senin (12/4), India melaporkan rekor tertinggi kasus penghitungan Covid-19 harian yaitu mencapai 168.912, tertinggi di dunia, saat kekhawatiran memburuknya wabah semakin meningkat ketika ratusan ribu umat Hindu berkumpul untuk mandi ritual di sungai Gangga.

India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi harian di seluruh dunia. Temuan kasus pada Senin ini melampaui Brasil, dengan penghitungan keseluruhan 13,53 juta. Hal ini berdasarkan data yang dikumpulkan Reuters, menempatkan India di urutan kedua setelah Amerika Serikat, dengan 31,2 juta kasus infeksi.

Para ahli mengatakan, pembukaan penuh sektor perekonomian India setelah lockdown total tahun lalu, festival keagamaan massal, dan demonstrasi politik di negara bagian yang mengadakan pemilu telah memperburuk gelombang kedua infeksi.

Di kota Haridwar, hampir 1 juta umat Hindu memadati tepi Sungai Gangga untuk mengikuti 'Kumbh Mela' atau festival kendi selama berbulan-bulan, dengan risiko lonjakan infeksi.

“Kerumunan di sini melonjak, polisi terus-menerus mengimbau orang-orang untuk menjaga jarak sosial,” ujar pejabat polisi Sanjay Gunjyal kepada Reuters yang bertugas di tempat tersebut, dilansir Senin (12/4).

Beberapa orang mengenakan masker saat mereka berdesak-desakan untuk berenang pada hari yang dianggap menguntungkan dalam kalender Hindu itu.

Pihak berwenang telah mewajibkan tes Covid-19 bagi mereka yang memasuki daerah itu, di mana para pejabat mengatakan mereka berjuang untuk menahan kerumunan.

Bulan ini, pemilihan juga dijadwalkan di empat negara bagian besar di mana Perdana Menteri Narendra Modi akan melakukan perjalanan ke negara bagian timur West Bengal untuk menghadiri kampanye yang akan menarik ribuan orang.

“Dengan 1,2 juta kasus aktif, dan jumlah harian mencapai 200.000, sangat aneh untuk mengadakan kampanye dan Kumbh Mela penuh,” jelas pengamat politik, Shekhar Gupta dalam sebuah unggahan Twitter.

“Ini akan menyebarkan virus lebih dalam ke desa-desa dan kota-kota kecil. Ini adalah bencana yang kami hindari dengan lockdown yang melumpuhkan di gelombang pertama. Sekarang kami mengundangnya kembali.”

Kasus kematian dalam semalam mencapai 904, merupakan yang tertinggi sejak 18 Oktober, sehingga total kematian menjadi 170.179.

Para pejabat di negara bagian Maharashtra yang paling parah terkena dampak mengatakan mereka sedang mempertimbangkan lockdown yang lebih luas. Maharashtra mencatat 63.294 infeksi baru pada Minggu.

India telah menyuntikkan lebih dari 100 juta dosis sejak pertengahan Januari, angka tertinggi setelah Amerika Serikat dan China. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini