Ini adalah fosil yang sangat langka karena menggambarkan interaksi predator dan mangsanya.
Para ahli paleontologi menemukan spesies cumi-cumi vampir yang sebelumnya tidak diketahui. Spesies baru ini hidup sekitar 183 juta tahun lalu dan diberi nama Simoniteuthis michaelyi.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Swiss Journal of Palaeontology, fosil ini digambarkan sebagai spesimen luar biasa yang menjadi fosil "dengan mangsa di lengannya”.
"Penemuan ini sangat menarik karena fosil ditemukan membeku dengan mangsa di lengannya, sehingga mewakili kasus interaksi predator-mangsa yang menjadi fosil sangat langka," kata Ben Thuy, ahli paleontologi di Museum Sejarah Alam Nasional Luksemburg (LNMNH) dan penulis studi terbaru ini, dikutip dari Newsweek, Selasa (27/2).
Advertisement
Cumi-cumi vampir atau vampyromorphs adalah anggota kelompok cephalopoda, yang juga mencakup gurita, sotong, dan makhluk terkait lainnya.
Advertisement
Meskipun secara fisik mirip dengan cumi-cumi, vampyromorphs lebih dekat dengan gurita, karena memiliki delapan lengan.
Spesies ini ditemukan selama penggalian ilmiah oleh LNMNH di Bascharage, tenggara Luksemburg pada Mei 2022.
Berasal dari periode Jurassic Awal, fosil ini mempertahankan struktur lunak dengan sangat detail, termasuk jaringan otot, tinta, dan bola mata yang jarang ditemukan dalam fosil-fosil sebelumnya.
Simoniteuthis michaelyi, dengan panjang sekitar 15 inci, mungkin terlihat seperti cumi-cumi modern, meskipun dengan delapan lengan.
"Karena kita tidak memiliki jejak pigmentasi fosil yang terawetkan, kita hanya bisa berspekulasi tentang warna hewan itu ketika hidup," jelas Thuy.
Bukti fosil menunjukkan bahwa Simoniteuthis michaelyi adalah predator aktif. Fosil tersebut ditemukan dengan dua ikan kecil di mulutnya, menunjukkan cumi-cumi ini mati sambil menyantap makanan terakhirnya. Namun, di lingkungan laut yang penuh dengan ikan besar dan reptil laut, kemungkinan besar Simoniteuthis michaelyi juga menjadi mangsa bagi predator lain.
Advertisement