Hamburg kota pertama di Jerman akui hari raya Islam
Merdeka.com - Alangkah bahagianya kaum muslim di Kota Hamburg, Jerman. Setelah berjuang bertahun-tahun, akhirnya pemerintah setempat memberi pengakuan atas seluruh hari raya Islam. Apalagi saat ini sudah menjelang Idul Fitri. Para pegawai, murid, dan mahasiswa muslim kini dapat menikmati hak mereka merayakan hari besar Islam.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (16/8), langkah ini merupakan kemajuan dalam proses penyatuan kaum muslim minoritas di dalam masyarakat Jerman. Kerja keras Dewan Komunitas Islam Hamburg selama lima tahun meminta agar umat muslim dapat libur saat hari raya Islam berbuah manis. "Kami berharap kemajuan di negara bagian paling utara di Jerman ini menjadi pertanda baik bagi ke-15 negara bagian lainnya," kata perwakilan Dewan Komunitas Islam Hamburg, Daniel Abdin.
Sekitar 150 ribu umat muslim menetap di Kota Hamburg. Buat mereka perjanjian pengakuan hari raya Islam itu sebagai bagian dari sejarah Jerman.
Saat ini di Jerman terdapat kurang lebih empat juta kaum muslim, dari total penduduk 82 juta. Meski sebagian besar adalah warga pendatang, setengah dari mereka memiliki kewarganegaraan Negeri Bavaria itu. Isu keagamaan dan toleransi etnis minoritas sangat sensitif di kalangan warga Jerman
Banyak petinggi negara memiliki pandangan negatif tentang Islam. Contohnya pendapat anggota parlemen Volker Kauder. Awal tahun ini, sobat karib Kanselir Angela Merkel itu menyatakan Islam bukan bagian dari tradisi dan identitas Jerman. Selain itu, belum lama ini ikatan dokter dan Kementerian Kesehatan Jerman juga memutuskan melarang praktik sunat. Alhasil, aturan itu umat Islam dan Yahudi berang atas keputusan itu. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya