Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gunung es lebih luas dari Manhattan di Eslandia kembali pecah

Gunung es lebih luas dari Manhattan di Eslandia kembali pecah Citra satelit Aqua milik NASA memperlihatkan gugusan es Glacier Petermann di Eslandia pecah. (Reuters)

Merdeka.com - Sebuah gunung es raksasa di Glacier Petermann di Eslandia berukuran dua kali besar Pulau Manhattan di New York kembali pecah. Padahal belum genap dua tahun lapisan beku besar juga runtuh di tempat dan lokasi sama.

Stasiun televisi AlJazeera melaporkan, Kamis (19/7), Eric Rignot, ilmuwan Laboratorium Arus Jet dalam Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan peristiwa itu hari ini dalam sebuah konferensi pers. "Memang tidak runtuh seluruhnya, tapi massanya sangat besar," kata Eric.

Pada 2010, bongkahan es raksasa dari Glacier Petermann pecah dan tenggelam ke dalam laut. Persis seperti peristiwa hari ini tapi beratnya diperkirakan lebih kecil. Kejadian itu terekam oleh Satelit Aqua milik NASA saat sedang melintas di atas Kutub Utara beberapa kali sehari. Trudy Wohlleben, peneliti Canadian Ice Service menyadari kejadian itu pertama kali. 

Wohlleben khusus memantau pecahan es dari Glacier Petermann lantaran ukuran besarnya dapat mengganggu jalur pelayaran di Laut Atlantik Utara dan membahayakan stasiun pengeboran minyak lepas pantai di Grand Banks, dekat Newfoundland, Kanada.

Menurut Andreas Muenchow, ahli kelautan spesialis wilayah Arktik dari Universitas Delaware, Amerika Serikat, perubahan iklim merupakan faktor utama penyebab pecahnya gugus gunung es di Glacier Petermann. Dia menambahkan Revolusi Industri sejak 150 tahun lalu merupakan penyumbang terbesar pemanasan global. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP