Gibraltar, ladang perseteruan baru antara Uni Eropa dan Inggris

Selasa, 4 April 2017 07:16 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Bandara Internasional Gibraltar. ©Reuters/Jon Nazca

Merdeka.com - Pemimpin Gibraltar memarahi Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk lantaran memberikan Spanyol hak veto atas wilayah tersebut, padahal Gibraltar merupakan bagian dari inggris.

Gibraltar merupakan sebuah wilayah Inggris yang terletak di dekat Spanyol sebelah selatan. Wilayah tersebut telah menjadi sengketa besar sejak pertama kali Perdana Menteri Inggris Theresa May mengajukan surat pisah dari Uni Eropa pada 29 Maret lalu.

Dilansir dari Reuters, Senin (3/4), ada kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa pasca keluarnya Negeri Ratu Elizabeth dari organisasi kawasan itu, termasuk di dalamnya mengenai Gibraltar. Namun, perjanjian hanya dilakukan antara Inggris dan Uni Eropa, tidak ada kesepakatan dengan Spanyol di dalamnya.

"Tusk memberikan petisi perceraian, semisal dianalogikan, dia berperilaku seperti suami yang dikhianati istrinya dan akan mengambil anak-anaknya," ujar Ketua Menteri Gibraltar Fabian Picardo.

Picardo menuturkan, Spanyol mencoba menggertak Gibraltar akan adanya bully dari Uni Eropa jika mereka ikut keluar bersama Inggris. Sementara itu, menurut dia, Inggris tidak akan membiarkan mereka turut dalam tawar menawar negosiasi Brexit.

"Kami tidak akan menjadi korban Brexit karena bukan kami penyebabnya, sedangkan kalau kita tinggal di Uni Eropa malah akan memungkinkan Spanyol mengganggu," terangnya.

Gibraltar merupakan sebuah wilayah seberang laut Britania yang terletak di ujung selatan Semenanjung Iberia di pintu masuk Laut Mediterania. Pada 1704 selama Perang Suksesi Spanyol, kota ini beserta isinya diserbu pasukan Inggris-Belanda.

Kota ini kemudian diserahkan kepada Inggris 'tanpa batas' di bawah Traktat Utrecht 1713. Gibraltar merupakan pangkalan utama untuk Angkatan Laut Kerajaan, saat ini ekonominya sangat bergantung pada pariwisata, jasa keuangan dan perkapalan.

Gibraltar menjadi masalah utama dalam hubungan Inggris-Spanyol karena Spanyol juga mengklaim wilayah ini. Namun, penduduk Gibraltar menolak rencana kedaulatan Spanyol dalam referendum 1967 dan 2002. Kini wilayah ini mengurus sendiri daerahnya, meski sejumlah hal seperti pertahanan dan hubungan luar negeri masih menjadi tanggung jawab pemerintah Inggris. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Inggris
  2. Uni Eropa
  3. Sengketa Wilayah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini