Advertisement
Serangan biadab Israel masih terus menghantam wilayah Jalur Gaza, Palestina, sampai hari ini. Serangan itu membuat ribuan orang di wilayah yang terkepung itu menderita, termasuk Ahmad Shabat yang masih berusia 4 tahun.
Advertisement
Sejak konflik terbaru meletus pada 7 Oktober 2023 lalu, Ahmad Shabat terkena serangan biadab Israel sebanyak dua kali.
Sebagaimana dilansir Harian Metro, serangan pertama yang menimpa Ahmad Shabat terjadi di rumahnya di Beit Hanoun. Serangan itu menewaskan seluruh keluarga Shabat, termasuk kedua orang tuanya.
Saudara bernama Abu Amsha mengungkapkan bahwa hanya Shabat dan adiknya yang berusia 2 tahun yang selamat dari serangan tersebut.
Abu Amsha kemudian mambawa Shabat tinggal bersama di kamp pengungsian Nuseirat. Nahas, di sana bocah malang itu terkena serangan Israel untuk kedua kalinya.
Serangan itu membuat Ahmad Shabat terluka parah. Dokter bahkan terpaksa mengamputasi kedua kakinya.
Advertisement
Advertisement
Ahmad Shabat saat ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakhit Shuhada Al Aqsa, Jalur Gaza tengah.
Advertisement
Serangan Israel Bunuh 1 Anak di Jalur Gaza Setiap 10 Menit
Konflik terbaru Jalur Gaza meletus pada 7 Oktober 2023 ketika kelompok bersenjata Hamas melancarakan serangan mengejutkan dari Jalur Gaza yang gagal diantisipasi Israel sehingga menewaskan 1.400 orang.
Serangan 7 Oktober itu membuat Israel melancarkan serangan balasan membabi buta ke Jalur Gaza. RIbuan orang tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung hingga hari ini.
Sebagaimana dilansir BBC, Menteri kesehatan Palestina di Gaza melaporkan pada 6 November bahwa lebih dari 10.000 orang tewas, termasuk lebih dari 4.100 anak-anak. Artinya, rata-rata satu anak tewas setiap 10 menit akibat serangan Israel.