Durasi puasa Ramadan terpendek tahun ini di Argentina, cuma 9 jam

Selasa, 7 Juni 2016 10:19 Reporter : Ardyan Mohamad
Durasi puasa Ramadan terpendek tahun ini di Argentina, cuma 9 jam Buka puasa di Amerika Selatan. ©REUTERS/Osman Orsal

Merdeka.com - Kantor berita BBC mencatat peta jam puasa di seluruh penjuru dunia. Berdasarkan peta tersebut, dapat dilihat di negara mana saja yang umat muslimnya harus berpuasa dalam durasi panjang hingga yang terpendek.

Untuk Ramadan 2016, umat muslim di Argentina yang akan berpuasa dalam durasi paling cepat. Di negeri Amerika Selatan itu, waktu puasanya rata-rata hanyalah 9 jam 30 menit.

Fenomena di Argentina terjadi, lantaran Ramadan berlangsung sepanjang musim dingin belahan selatan. Alhasil matahari tenggelam lebih cepat.

Selain Argentina, penduduk Australia juga berpuasa dalam durasi pendek, hanya 10 jam. Demikian pula Afrika Selatan (10 jam 30 menit) maupun Brasil (11 jam).

Sebaliknya, di belahan bumi utara karena sekarang memasuki musim panas, maka waktu berpuasa bagi umat muslim bertambah panjang. Rekor tahun ini akan dihadapi warga muslim Denmark.

Di negara Skandinavia itu, durasi puasa sebulan ke depan rata-rata 21 jam per hari. Demikian pula penganut Islam di Islandia, Swedia, maupun Norwegia, yang harus berpuasa 20 jam.

Durasi puasa ini tidak akan ajeg setiap tahun. Karena perbedaan sistem kalender bulan dan matahari, datangnya tanggal 1 Ramadan akan selalu maju 10–11 hari setiap tahunnya dalam siklus 33 tahun.

Namun karena durasi yang lama untuk Ramadan kali ini, Dewan Fatwa dan Penelitian Ulama Eropa (ECFR) mengeluarkan imbauan khusus. ECFR mengizinkan umat muslim Eropa bisa mengambil patokan durasi puasa merujuk pada hari yang siang dan malamnya sama panjang.

Ulama sekaligus penggagas ECFR, Usama Hasan, sejak lama mengusulkan waktu puasa umat di wilayah utara Eropa harus diberi fatwa khusus. Tujuannya agar anak-anak yang belajar berpuasa dan manula tak berat menjalankan perintah agama.

"Saya pikir sudah saatnya para ulama berkumpul untuk menentukan waktu puasa yang lebih moderat bagi umat muslim di belahan bumi utara," ujarnya. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini