Dua pembajak pesawat Libya menyerah, 118 penumpang selamat
Merdeka.com - Dua pembajak pesawat maskapai Libya Afriqiyah Airways yang mendarat di Malta akhirnya menyerah dan sudah ditahan.
Perdana Menteri Malta Joseph Muscat dalam akun Twitternya mengatakan seluruh 118 penumpang dan awak kabin berhasil diselamatkan pada Jumat pagi.
Muscat mengatakan para pembajak yang mengaku pro-Qadafi itu masing-masing punya sepucuk pistol dan sebuah granat. Pistol kedua kemudian ditemukan di dalam pesawat, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (23/12).
Dalam pernyataan selanjutnya, pemerintah Malta mengatakan tim penyelidik memperlihatkan senjata yang digunakan oleh pembajak ternyata hanya replika alias tiruan.
Menteri Luar Negeri Libya Taher Siala membenarkan dua pembajak adalah pendukung diktator Muammar Qadafi yang tewas dalam pemberontakan pada 2011. Kedua pembajak dikatakan ingin mencari suaka di Malta.
Jurnalis asal Malta Karl Stagno-Navarra mengatakan salah satu pembajak sempat muncul di pintu pesawat sambil mengibarkan bendera hijau besar--seperti bendera yang zaman kepemimpinan Qadafi.
"Ini bukan isu terosime internasional. Ini isu pertikaian internal yang masih berlangsung di Libya," kata Stagno-Navarra. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya