Donald Trump Akan Kembali Bertemu Putin di G20

Jumat, 14 Juni 2019 15:41 Reporter : Merdeka
Donald Trump Akan Kembali Bertemu Putin di G20 Presiden AS Donald Trump and Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP

Merdeka.com - Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan G20 di Jepang akhir bulan ini. Itu disampaikan Trump pada Rabu (12/6).

"Saya akan bertemu dengan Putin pada acara G20," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (13/6).

Pemimpin AS itu menuturkan, bulan lalu, sesungguhnya dia berencana bertemu Vladimir Putin pada konferensi G20. Namun pada waktu itu Rusia belum menyepakati tentang pertemuan bilateral. Pertemuan tatap muka terakhir Donald Trump dengan Putin terjadi di Helsinki pada Juli 2018. Saat itu keduanya tidak mengikutsertakan stafnya masing-masing, dan ini merupakan perbedaan yang sangat besar dari praktik diplomasi yang normal.

"Kedua pemimpin akan mendiskusikan relasi AS-Rusia dan berbagai isu keamanan nasional," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNBC Jumat 29 Juni 2018.

Penasihat Kepresidenan Bidang Kebijakan Luar Negeri Rusia, Yuri Ushakov mengatakan bahwa Helsinki dipilih sebagai lokasi pertemuan tingkat tinggi atas kehendak kedua pemimpin. Ushakov menambahkan, persiapan juga tengah dilaksanakan jelang pertemuan tersebut.

Pengumuman itu datang usai kunjungan Penasihat Kepresidenan Bidang Keamanan Nasional AS, John Bolton ke Kremlin, Moskow pada Rabu 27 Juni. Dalam kesempatan itu, Bolton melaksanakan pertemuan tatap muka dengan Presiden Putin, di mana kedua belah pihak membahas persiapan KTT, pengendalian senjata nuklir, dan masalah bilateral lainnya.

Pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pemimpin, sejak mereka bertemu di KTT G20 pada Juli 2017. Sejumlah pihak, terutama sekutu AS dan pengkritik Rusia dinilai was-was menanti pertemuan Trump-Putin.

Inggris salah satunya. Sekutu lama AS itu khawatir bahwa pertemuan Trump-Putin akan menghasilkan hubungan Washington-Moskow yang membaik, ketika London justru tengah bersitegang dengan Negeri Beruang Merah menyusul kasus peracunan Sergei Skripal pada Maret 2018 lalu.

Banyak pihak juga menilai bahwa Pakta Aliansi Militer Atlantik Utara (NATO) turut mengkhawatirkan hal serupa. Karena, pertemuan Trump-Putin berlangsung di tengah ketegangan hubungan antara AS dengan dua negara anggota NATO, Jerman dan Kanada --yang dipicu isu perdagangan-- baru-baru ini.

Di sisi lain, Donald Trump pada berbagai kesempatan telah mengutarakan keinginannya agar Gedung Putih mampu memiliki hubungan yang lebih baik dengan Kremlin --meski pada waktu yang bersamaan, sanksi ekonomi yang diterapkan AS terhadap Rusia semakin mengetat dan meningkat belakangan terakhir.

Sedangkan, kedua belah pihak juga telah berselisih mengenai beragam isu, mulai dari dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016, konflik di Ukraina dan Suriah, keamanan siber, kebijakan NATO dan senjata nuklir.

Hubungan antara kedua negara saat ini, secara luas dilihat sebagai yang terburuk sejak perang dingin. Rusia dan AS sempat menutup konsulat dan mengusir ratusan diplomat dalam aksi balasan selama kejatuhan diplomatik.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Vladimir Putin
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini