Berangkat Haji Pakai Visa Kerja dan Ziarah, 181 WNI Ditahan di Arab Saudi

Sabtu, 7 September 2019 16:41 Reporter : Merdeka
Berangkat Haji Pakai Visa Kerja dan Ziarah, 181 WNI Ditahan di Arab Saudi haji. REUTERS

Merdeka.com - Sekitar 181 warga negara Indonesia (WNI) diamankan aparat berwenang Arab Saudi sebelum masuk waktu pelaksanaan ibadah haji pada Sabtu (7/9), waktu setempat. Ratusan WNI itu diamankan karena menggunakan visa untuk kerja dan ziarah.

WNI digerebek di sebuah apartemen dan penampungan di Mekkah. Mereka ditahan karena ketahuan ingin melaksanakan ibadah haji tanpa ada visa haji dan surat izin (tasrekh) berhaji.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengatakan, penahan terhadap WNI yang melaksanakan ibadah haji meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah korban penipuan orang yang mengaku menguruskan Haji ONH Plus, ternyata visa yang digunakan bukan visa haji.

Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Tim Pelayanan dan Perlindungan Warga (Yanlin) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, mengatakan 181 orang tersebut mengaku ditipu tawaran untuk ibadah haji oleh seorang dari travel yang terjaring dalam operasi tersebut. Orang tersebut telah ditahan oleh imigrasi Arab Saudi.

Terdapat jumlah lain yang dilaporkan. Terdapat puluhan WNI yang tidak bisa pulang karena tidak memiliki tiket pulang. Sisanya tidak ada kepastian untuk kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan kepulangannya oleh perusahaan atau travel yang memberangkatkan mereka sehingga tertahan di bandara.

Hery menyesalkan berulangnya peristiwa penahanan terhadap WNI karena tujuan hendak berhaji di luar dari prosedur atau ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah RI. Berkaca dari sejumlah kasus itu, Hery berharap agar para pelaku penipuan ditindak tegas guna mencegah terulangnya modus penipuan ini.

"Perkiraan saya masih ada di luar sana orang kita yang masih belum bisa pulang karena terkendala visa," kata Hery.

Sementara itu, pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, menyebutkan KJRI hingga kini telah mendampingi 201 orang WNI yang belum berhasil pulang ke Indonesia. "195 telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Sisanya hingga saat ini masih diupayakan agar bisa segera dipulangkan juga," kata Safaat.

"Terdapat lima orang jemaah tertunda pemulangannya karena tidak memiliki tiket pulang. Mereka korban penipuan oleh oknum travel," sambung Safaat.

Staf Teknis/Konsul Imigrasi Ahmad Zaeni yang melakukan BAP terhadap para korban di Tarhil mengungkapkan, para WNI dijanjikan pihak travel akan dihubungkan dengan muassasah penyedia paket haji, termasuk tasrekh, tenda Arafah-Mina, katering dan transportasi.

"Dari keterangan mereka, biayanya antara Rp 60-200 juta per orang. Penawaran itu menyebar dari orang ke orang," terang Zaeni.

Muchamad Yusuf, Konsul Tenaga Kerja, telah melakukan identifikasi terhadap visa yang digunakan orang yang diberangkatkan. Kebanyakan adalah visa kerja musiman (amil musim).

Sementara lainnya diberangkatkan dengan visa turis untuk menghadiri event (iarah fa’aliat), visa kunjungan pribadi (ziarah syakhsiah), visa umrah, dan sisanya berstatus mukim.

"Sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi, setiap warga negara asing yang masuk dengan visa kerja harus memperoleh permintaan pulang dari penanggung jawab (majikan) yang tertera di visa pekerjanya," imbuh Yusuf.

Saat ini, pihak KJRI Jeddah masih berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti kasus ini. Calon jemaah juga diimbau untuk melakukan verifikasi dan lebih berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan memberangkatkan haji dengan waktu yang singkat.

Reporter Magang: Ellen Riveren [gil]

Topik berita Terkait:
  1. WNI
  2. Haji 2019
  3. Haji
  4. Arab Saudi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini