Arkeolog Temukan Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman, Terkubur di Tengah Gurun Israel
Merdeka.com - Tim arkeologi yang melakukan penggalian di Lembah Timna, Israel meyakini mereka telah menemukan alasan mengapa Nabi Sulaiman yang juga seorang raja memiliki kekayaan berlimpah.
Lembah Timna berlokasi di gurun Israel, lebih jauh ke selatan Qumran. Sejak 1964, ahli arkeologi telah melakukan penggalian di sana.
"Mereka menemukan jaringan tambang, yang diyakini dikerjakan budak Raja Sulaiman, seperti yang dieksplorasi dokumenter Smithsonian Channel, 'Secrets: King Solomon's Mines," menurut laporan Express, dikutip dari laman Arkeonews, Rabu (22/2).
Menurut dokumenter tersebut, arkeolog mungkin telah menemukan sumber kekayaan Raja Sulaiman.
Profesor Erez Ben-Yosef dari Universitas Tel Aviv mengatakan, produksi di situs tersebut berkembang 3.000 tahun lalu, di bawah kekuasaan Raja Sulaiman.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Plos One, tim ilmuwan yang dipimpin Profesor Erez Ben-Yosef dari Universitas Tel Aviv dari Proyek Lembah Timna Tengah dan Profesor Tom Levy dari Proyek Arkeologi Daerah Dataran Rendah Edom menunjukkan bagaimana jaringan pertambangan yang luas mengalami perubahan.
Para ahli arkeologi memeriksa ratusan keping terak, dan sisa peleburan tembaga, dari tambang tembaga tua yang berumur 500 tahun. Sebagian besar sampel berasal dari kompleks pertambangan Timna Israel selatan – mungkin lokasi Tambang Raja Sulaiman yang legendaris – dan Faynan, utara Timna di Lembah Arava Yordania.
Dari abad ke-13 hingga ke-10 SM, para peneliti melihat kemajuan teknis yang progresif dalam keterampilan peleburan dan metode efisiensi.
Berlawanan dengan kepercayaan populer, tambang tersebut tidak mengandung emas atau perak, tetapi tembaga. Ben-Yosef menunjuk ke tanda-tanda manufaktur tembaga yang luas di sekitar lokasi.
Tembaga, yang digunakan untuk membuat perkakas, ornamen, dan senjata, merupakan logam berharga di zaman kuno. Tembaga adalah industri yang paling menguntungkan.
Menurut Dr. Mohammad Najjar dari Friends of Archaeology of Jordan, tembaga 3.000 tahun yang lalu seperti minyak mentah sekarang: komoditas yang tak tergantikan dan tak ternilai harganya.
Menurut Thought Co., tembaga adalah logam pertama yang digunakan umat manusia.
Najjar telah mempelajari proses tembaga kuno dan menunjukkan kepada film dokumenter Smithsonian bagaimana rakyat Raja Sulaiman memproses tembaga alami yang ditemukan di gua-gua.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya