Anak-Anak Palestina di Gaza Menderita Gizi Buruk Parah, UNICEF Ungkap 'Bahkan Mereka Tak Punya Tenaga Untuk Menangis

UNICEF melaporkan lebih dari 13.000 anak-anak terbunuh akibat perang genosida Israel.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Anak-Anak Palestina di Gaza Menderita Gizi Buruk Parah, UNICEF Ungkap 'Bahkan Mereka Tak Punya Tenaga Untuk Menangis
Anak-Anak Palestina di Gaza Menderita Gizi Buruk Parah, UNICEF Ungkap 'Bahkan Mereka Tak Punya Tenaga Untuk Menangis' (Merdeka.com)

Perang genosida Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang mengerikan, khususnya bagi anak-anak Palestina. Menurut data UNICEF, lebih dari 13.000 anak terbunuh akibat kebrutalan Israel sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, banyak anak-anak Gaza menderita gizi buruk parah, sampai tak punya energi untuk menangis.

"Saya pernah berada di bangsal anak-anak yang menderita anemia berat dan kekurangan gizi, seluruh bangsal benar-benar sunyi. Karena anak-anak, bayi-bayi ... bahkan tidak punya energi untuk menangis," ungkap Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, dalam wawancara dengan CBS News.

Russel menyampaikan ribuan anak lainnyajuga terluka dan bahkan banyak yang tidak diketahui keberadaannya.

"Mereka mungkin terkubur di bawah reruntuhan," ujarnya, dikutip dari Deccan Herald, Rabu (19/3).

Russell menambahkan, pihaknya belum pernah melihat jumlah korban anak-anak sebanyak itu di konflik mana pun di dunia kecuali di Gaza.

"Ribuan lainnya kehilangan salah satu atau kedua orang tua. Beberapa dari anak-anak ini, Anda telah melihatnya di berita, mereka sendirian mengurus adik-adik mereka: ini situasi yang mengerikan," jelasnya, dikutip dari laman SBS Australia.

Situasi di Gaza diperparah oleh hambatan birokrasi yang menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ancaman kelaparan juga mengintai, dengan laporan yang menyebutkan bahwa satu dari tiga anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara mengalami kekurangan gizi akut.

Tingginya angka kematian anak-anak yang mengerikan ini telah memicu kecaman internasional terhadap Israel. Kritik tersebut tidak hanya tertuju pada jumlah korban jiwa yang sangat besar, tetapi juga pada krisis kelaparan yang mengancam akibat blokade pengiriman bantuan yang diterapkan Israel. Seorang pakar PBB mengatakan awal bulan ini Israel menghancurkan persediaan makanan Gaza sebagai bagian dari "kampanye kelaparan" negara penjajah tersebut di mana mereka sengaja membuat warga Palestina di Gaza kelaparan.

Rekomendasi