Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Butir Telur Burung Unta Purba Tersimpan di Perapian Selama 4.000 Tahun

8 Butir Telur Burung Unta Purba Tersimpan di Perapian Selama 4.000 Tahun Penemuan telur berusia 4000 tahun di perbatasan Israel-Mesir. ©2023 AFP/GIL COHEN-MAGEN

Merdeka.com - Arkeolog Israel menemukan sebuah perapian kuno dan di dalamnya terdapat delapan butir telur burung untar purba yang tersimpan selama lebih dari 4.000 tahun.

Badan Barang Antik Israel (IAA) mengumumkan pada Kamis (12/1), perapian itu ditemukan di gurun pasir Nitzana, Negev.

Perapian itu itu kemungkinan berusia 7.500 tahun. Berlokasi di sebuah tempat perkemahan kuno dengan luas sekitar 200 meter persegi.

Direktur penggalian IAA, Lauren Davis mengatakan tempat perkemahan itu digunakan oleh nomaden gurun sejak zaman prasejarah, dikutip dari laman The Jerusalem Post, Jumat (13/1).

"Di situs itu kami menemukan batu gosong, batu pembakaran dan perkakas batu juga pecahan gerabah - tapi temuan yang benar-benar spesial adalah sekumpulan telur burung unta ini. Walaupun para nomaden tidak membangun struktur permanen di situs ini, temuan ini membuat kami merasakan kehadiran mereka di gurun ini," jelasnya.

Situs ini tertutup pasir gurun dan ditemukan karena pergeseran pasir gurun. Menurut Davis, inilah yang membuat telur itu terawetkan sehingga para peneliti bisa melihat sekitas kehidupan para nomaden yang menjelajahi gurun tersebut pada zaman purba.

Burung unta cukup umum ditemukan di kawasan tersebut saat itu, namun hewan ini punah pada abad ke-19.

"Kami menemukan telur burung unta di situs-situs arkeologi dalam konteks pemakaman, dan sebagai barang mewah dan wadah air," jelas Amir Gorzalczany, yang telah meneliti benda tersebut secara detail.

"Secara alami, telur itu dimanfaatkan sebagai sumber makanan; sebutir telur burung unta memiliki kandungan nutrisi setara dengan 25 ekor telur ayam!" lanjutnya.

Telur ini juga digunakan dalam sejumlah upacara karena beberapa telur ini dihias.

Menurut para peneliti, delapan butir telur itu tidak berada di tungku itu tiba-tiba, tapi sengaja dikumpulkan dan dibawa ke tempat tersebut.

"Setelah penggalian, kami akan merekonstruksi telur tersebut, sama seperti puzzle," jelas Davis.

"Semua telur itu mungkin akan menjelaskan pada kita spesies apa, dan tepatnya mereka digunakan untuk apa. Sejauh yang saya ketahui, setiap cangkang telur itu setara nilainya dengan emas!"

Direktur IAA, Eli Escuzido mengatakan temuan itu akan dibawa ke laboratorium Jay and Jeanie Schottenstein National Campus for the Archaeology of Israel untuk observasi dan penelitian lebih lanjut.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP