Usai Heboh Tangkalaluk di Kalimantan, Ini Fakta Berbagai Mitos Ular di Dunia
Merdeka.com - Ular, setiap mendengar nama hewan melata itu kebanyakan orang akan langsung bergidik dan Takut. Biasanya, mereka takut akan bisanya dan juga lilitannya yang bisa menyebabkan kematian.
Bukan hanya karena berbisa, banyak juga mitos-mitos tentang ular yang beredar luas di masyarakat dan mereka percayai.
Contohnya, beberapa waktu yang lalu publik dihebohkan dengan video kemunculan ular raksasa di hutan Kalimantan. Banyak yang menduga bahwa ular raksasa itu disebut Tangkalaluk.
Terlebih bagi masyarakat suku Dayak yang hidup di perdalaman hutan Kalimantan. Mereka meyakini bahwa Tangkalaluk adalah raja ular dan sangat dihormati.
Namun, faktanya ular Tangkalaluk hanya legenda masyarakat atau mitos, seperti yang dikatakan oleh Assistant Trainer Yayasan Sioux Ular Indonesia, Quraisy Zakky.
Dia menduga ular yang disebut Tangkalaluk seperti dalam video adalah ular jenis sanca kembang yang ukurannya bisa mencapai 7-8 meter.
“Sementara dari database checklist jenis reptil tidak ada ular (Tangkalaluk) yang demikian," ungkap Quraisy, Jumat (2/6).
Ternyata selain kemunculan Tangkalaluk di Indonesia. Banyak juga mitos yang beredar di masyarakat tentang ular. Dan dipercaya sebagian masyarakat sampai sampai ini.
Mengutip dari situs museumsvictoria.com.au, berikut ini adalah mitos-mitos umum soal ular:
1. Jika kepala ular dipotong, ular tetap bisa hidup sampai matahari terbenam
Mitos ini cukup populer terdengar, terutama di pedesaan Australia. Mitos ini muncul karena tubuh ular akan terus menggeliat beberapa waktu setelah kepalanya dipenggal.
Namun, klaim soal ular tetap hidup sampai matahari tenggelam jika kepala ular dipotong tidak benar.
2. Induk ular akan menelan anaknya saat merasa terancam
Mitos ini sudah jelas salah. Hewan yang bisa menelan anak mereka di antaranya adalah Katak Pengerami Lambung (Rheobatrachus spesies) yang sekarang sudah punah, dan spesies ikan pengerami mulut.
3. Ular selalu berjalan berpasangan
Secara umum, satu-satunya momen saat dua ular berada di tempat yang sama yaitu saat mereka ‘berpacaran’ dan melakukan pembuahan. Selain saat ‘berpacaran’ atau melakukan pembuahan, ular yang lebih besar biasanya akan membunuh dan memakan ular yang lebih kecil.
4. Jika Anda membunuh seekor ular, pasangannya akan mengejar Anda
Mitos ini cukup populer terutama di India. Faktanya ular tidak memiliki ikatan sosial pada ular lainnya, dan tidak memiliki kecerdasan atau ingatan untuk mengenali penyerangnya.
5. Ular tidak bisa mendengar
Meskipun tidak memiliki gendang telinga, ular memiliki telinga bagian dalam yang bisa menangkap getaran dibawah tanah, bahkan bisa mendengar suara udara dengan frekuensi rendah. Justru, ulat sulit mendengar suara dengan nada yang tinggi.
6. Ular dingin dan berlendir
Faktanya, kulit ular itu kering serta cukup hangat dan lembut, tergantung suhu di sekitarnya.
7. Ular itu beracun
Faktanya, secara teknis ular tidak beracun, namun berbisa.
8. Ular melepas rahangnya saat makan
Tulang rahang pada ular tidak menyatu seperti tulang rahang pada manusia. Otot ligamen pada ular yang sangat fleksibel bersatu dengan tulang rahang bawa, yang membuat fleksibilitas mulut ular sangat tinggi.
Referensi:https://museumsvictoria.com.au/article/8-myths-about-snakes/https://www.merdeka.com/peristiwa/heboh-penampakan-ular-tangkalaluk-mirip-anaconda-benarkah-cuma-ada-di-kalimantan.html
Reporter Magang: Azizah Paramayu
(mdk/syf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya