Advertisement
CEK FAKTA: Tidak Benar Penemuan Daftar Nama Anggota Hamas Pelaku Penyerangan Tentara Israel
Begini penelusurannya
Beredar unggahan di media sosial X yang mengatakan tentara Israel Defense Forces (IDF) menemukan sebuah ruangan di bawah Rumah Sakit Rantisi di Gaza yang diyakini tempat para sandera Israel ditahan.
Unggahan tersebut menyatakan ditemukan pula kalender berisi daftar nama-nama tentara Hamas yang akan melakukan serangan kepada Israel dengan judul "Operasi Banjir Al-Aqsa."
Unggahan tersebut menampilkan daftar nama-nama yang diduga tentara Hamas yang ditandai dengan warna kuning.
Advertisement
Cuitan itu diunggah pada 14 November 2023 lalu dan dilihat 1,8 juta pengguna.
Beneath the Rantisi Hospital in Gaza, IDF forces found a room where Israeli hostages are believed to have been held.
— Israel Defense Forces (@IDF) November 14, 2023
The calendar found in the room marked the days since October 7 Massacre with the title “Operation Al-Aqsa Flood”, Hamas’ name for their horrific attack on Israel. pic.twitter.com/sK4FPaOlHJ
Advertisement
Penelusuran
Setelah ditelusuri lebih lanjut dengan menerjemahkan foto yang diduga berisi daftar nama-nama tentara Hamas, diketahui bahwa daftar itu merupakan kalender yang berisikan nama-nama hari.
Selain itu, Hamas pun telah membantah tuduhan tersebut seperti yang dikutip dari artikel NHK yang berjudul “Israel releases video of Gaza hospital basement that it claims Hamas used,” pada 14 November 2023.
Hamas menyatakan bahwa video itu diklaim mengandung kebohongan dan informasi yang bertentangan.
Mereka juga mengecam Israel dan mengatakan bahwa video tersebut adalah bagian dari perang psikologis yang dilancarkan pihak Israel terhadap Palestina.
Advertisement
Advertisement
Kesimpulan
Cuitan pada akun media sosial X yang menyatakan menemukan daftar nama-nama tentara Hamas yang melakukan penyerangan kepada tentara Israel adalah hoaks.
Faktanya, daftar tersebut merupakan kalender yang berisikan hari dan tanggal, bukanlah nama-nama tentara Hamas. Pihak Hamas pun telah membantah hal tersebut.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.