Hukum Puasa Tanpa Sahur, Sah atau Tidak? Mari Simak Bersama!

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa puasa tanpa sahur tetap sah, karena hukumnya sunnah, bukan wajib.

Woro Anjar Verianty
Oleh Woro Anjar Verianty - Reporter
Hukum Puasa Tanpa Sahur, Sah atau Tidak? Mari Simak Bersama!
Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. (unsplash.com/@enginakyurt) (© 2025 Liputan6.com)

Sebagai seorang Muslim, kita sering kali dihadapkan pada situasi di mana kita mungkin melewatkan sahur saat puasa Ramadhan. Pertanyaan seputar hukum puasa tanpa sahur sering kali muncul, terutama bagi mereka yang terbangun kesiangan atau menghadapi kendala lain yang menghalangi mereka untuk melaksanakan sahur.

Pentingnya memahami hukum puasa tanpa sahur sangatlah besar agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar sesuai dengan syariat. Meskipun sahur sangat dianjurkan, masih banyak yang mempertanyakan apakah puasa mereka tetap sah meskipun tidak melaksanakan sahur.

Para ulama telah memberikan penjelasan yang mendetail mengenai hukum puasa tanpa sahur berdasarkan hadits dan dalil-dalil yang kuat. Berdasarkan kesepakatan empat madzhab, meninggalkan sahur tidak membatalkan puasa, tetapi kita akan kehilangan keberkahan dan keutamaan yang terkandung dalam ibadah sahur itu sendiri.

Lebih lanjut, berikut ini adalah rangkuman dari Merdeka.com yang mengumpulkan informasi lengkap tentang hal ini dari berbagai sumber, pada Senin (10/2).

Dasar dan Anjuran Sahur dalam Ajaran Islam

Doa-Doa Sebelum dan Sesudah Berbuka Puasa yang Perlu Anda Ketahui
caption buka puasa bersama Ilustrasi dibuat AI © 2025 Liputan6.com

Rasulullah SAW telah menjelaskan pentingnya melaksanakan sahur melalui berbagai hadits. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menekankan tentang keberkahan sahur: "Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Sahur sepenuhnya mengandung berkah.

Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur.'" Hadits ini menggarisbawahi betapa pentingnya sahur dalam praktik ibadah puasa.

Sahur bukan sekadar ritual makan sebelum berpuasa, tetapi juga memiliki keberkahan dan pahala yang besar. Selain itu, para malaikat pun memberikan shalawat kepada orang-orang yang melaksanakan sahur.

Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab: "Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur."

Pandangan Ulama Tentang Puasa Tanpa Sahur

Menurut kesepakatan di antara empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali), puasa yang dilakukan tanpa sahur tetap sah. Hal ini berlandaskan pada pemahaman bahwa sahur bukanlah rukun puasa, melainkan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Para ulama menjelaskan bahwa keabsahan puasa tergantung pada dua hal utama: niat yang dilakukan sebelum fajar dan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Meskipun sahur sangat dianjurkan, ia tidak termasuk dalam syarat wajib atau rukun puasa.

Walaupun demikian, para ulama tetap menekankan pentingnya sahur sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Meninggalkan sahur berarti melewatkan kesempatan untuk meraih keberkahan dan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT melalui ibadah sahur.

Dengan demikian, meskipun puasa tanpa sahur tetap sah, melaksanakan sahur adalah pilihan yang lebih baik untuk mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar.

Bahaya Kesehatan Akibat Puasa Tanpa Sahur

Meskipun dalam hukum Islam puasa tanpa sahur diizinkan, hal ini bisa memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Penting untuk memahami risiko-risiko kesehatan ini agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih bijak.

Salah satu risiko utama dari tidak melaksanakan sahur adalah meningkatnya kemungkinan terjadinya dehidrasi. Ketika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup sebelum berpuasa, berbagai gejala seperti lemas, kurangnya konsentrasi, dan penurunan tekanan darah dapat muncul. Para ahli kesehatan menyarankan agar kita setidaknya mengonsumsi dua gelas air saat sahur.

Selain itu, puasa tanpa sahur juga dapat mengakibatkan kekurangan energi yang signifikan. Tubuh manusia memerlukan asupan nutrisi yang memadai agar bisa berfungsi dengan baik. Tanpa sahur, kadar gula darah dapat turun secara drastis (hipoglikemia), yang akan menyebabkan gejala seperti:

  1. Pusing dan sakit kepala
  2. Tubuh gemetar
  3. Keringat dingin
  4. Kejang
  5. Penurunan kesadaran

Dampak serius lainnya meliputi:

  1. Penurunan daya tahan tubuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit
  2. Gangguan keseimbangan metabolisme tubuh
  3. Penurunan massa otot yang signifikan
  4. Peningkatan risiko gangguan asam lambung
  5. Penurunan berat badan yang tidak sehat

Hikmah dan Keutamaan Sahur

Allah SWT dan Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk melakukan sahur, dan hal ini tentu bukan tanpa alasan. Terdapat banyak hikmah serta keutamaan dari ibadah sahur yang patut kita renungkan.

1. Bukti Kasih Sayang Allah

Anjuran untuk sahur mencerminkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan melaksanakan sahur, tubuh kita akan memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas selama berpuasa.

Dalam Al-Quran, Allah berfirman mengenai kemudahan dalam menjalankan syariat-Nya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185)

2. Mendapatkan Keberkahan Khusus

Makanan yang dikonsumsi saat sahur memiliki keistimewaan tersendiri, di mana makanan tersebut tidak akan dihisab pada hari kiamat, seperti dijelaskan dalam hadits: "Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain."

3. Momentum Spiritual

Waktu sahur juga merupakan saat yang mustajab untuk berdoa dan beribadah. Pada saat ini, kita memiliki kesempatan untuk:

  1. Melaksanakan shalat tahajud
  2. Membaca Al-Quran
  3. Berzikir dan berdoa
  4. Mempersiapkan diri untuk shalat Subuh

4. Pembeda dengan Umat Lain

Sahur menjadi ciri khas umat Islam yang membedakannya dari puasa umat-umat sebelumnya. Ini menunjukkan keistimewaan dan karakteristik ibadah dalam Islam yang sangat memperhatikan kebutuhan manusia.

Walaupun puasa tetap sah meskipun tanpa sahur menurut hukum Islam, sebaiknya kita berusaha untuk tidak melewatkan sahur mengingat berbagai keutamaan dan manfaat yang bisa kita peroleh.

Jika sahur terlewatkan, tetaplah menjalankan puasa dengan niat yang tulus dan memperhatikan tips-tips yang telah disebutkan sebelumnya. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara menjalankan ibadah puasa dan menjaga kesehatan tubuh.

Dengan pemahaman yang baik mengenai hukum dan dampak puasa tanpa sahur, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan meraih keberkahan yang maksimal.

Rekomendasi