Kapan Batas Waktu Terakhir Sahur dalam Islam? Simak Penjelasannya

Dalam Al-Quran, terdapat ketentuan mengenai batas waktu sahur yang perlu dipahami oleh umat Muslim.

Woro Anjar Verianty
Oleh Woro Anjar Verianty - Reporter
Kapan Batas Waktu Terakhir Sahur dalam Islam? Simak Penjelasannya
(Photo by Dan DeAlmeida on Unsplash) (© 2025 Liputan6.com)

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan selama bulan Ramadhan adalah mengenai waktu terakhir sahur yang sesuai dengan syariat. Banyak umat Muslim yang masih merasa bingung apakah mereka harus berhenti makan saat imsak atau bisa melanjutkan sahur hingga adzan Subuh berkumandang. Memahami batas waktu sahur yang benar sangat penting untuk menjamin keabsahan puasa yang dijalankan.

Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi pengingat waktu sahur dilakukan dengan cara yang beragam, mulai dari bedug yang dipukul hingga seruan imsak dari masjid. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa penanda waktu sahur ini pada dasarnya memiliki dasar dan ketentuan yang jelas dalam syariat Islam.

Untuk mengetahui ketentuan yang tepat mengenai batas waktu sahur, kita perlu merujuk pada Al-Quran dan hadits yang secara spesifik membahas masalah ini. Dengan memahami dalil-dalil yang ada, kita dapat mengetahui waktu yang tepat untuk mengakhiri jam sahur serta memulai puasa. Lebih lanjut, informasi lengkap mengenai hal ini telah dirangkum oleh Merdeka.com pada Jum'at (17/1).

Batas Waktu Sahur Menurut Al-Quran Telah Diatur dengan Jelas

Apa Hukumnya Orang yang Tidak Sahur tapi Puasa?
Ilustrasi muslimah, Islami. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Allah SWT telah memberikan petunjuk yang jelas dalam Al-Quran mengenai waktu yang diperbolehkan untuk makan dan minum saat berpuasa. Hal ini dapat ditemukan dalam Surat Al-Baqarah ayat 187: "Wa kul wasyrab att yatabayyana lakumul-khaiul-abyau minal-khaiil-aswadi minal-fajr".

Artinya, "Dan makan dan minumlah kalian hingga nampak bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu fajar." Ayat ini menegaskan bahwa batas akhir untuk makan dan minum (sahur) adalah saat terbitnya fajar shadiq, yang ditandai dengan cahaya putih yang muncul di ufuk timur secara horizontal.

Pemahaman tentang Waktu Imsak dan Fajar

Di Indonesia, umat Muslim mengenal istilah waktu imsak yang biasanya ditentukan 10 menit sebelum waktu Subuh. Penetapan waktu ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa jarak antara selesainya Rasulullah SAW makan sahur hingga beliau melaksanakan shalat Subuh adalah sekitar waktu yang diperlukan untuk membaca 50 ayat Al-Quran, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 10 menit.

Oleh karena itu, waktu imsak lebih bersifat sebagai langkah kehati-hatian dalam menjalankan ibadah puasa. Walaupun waktu imsak telah tiba, umat Muslim masih diperbolehkan untuk melanjutkan makan dan minum hingga terdengar adzan Subuh atau terlihat tanda-tanda fajar shadiq dengan jelas.

Penting untuk dipahami bahwa dalam Islam terdapat dua jenis fajar. Fajar kadzib atau fajar palsu ditandai dengan cahaya yang muncul secara vertikal ke atas, setelah itu langit kembali gelap. Di sisi lain, fajar shadiq adalah cahaya putih yang membentang horizontal di ufuk timur dan semakin terang hingga matahari terbit.

Fajar shadiq ini menandakan masuknya waktu Subuh dan menjadi batas akhir bagi orang yang berpuasa untuk makan dan minum.

Rasulullah Memberikan Anjuran Mengenai Waktu Sahur

Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya untuk menunda waktu sahur hingga mendekati waktu fajar. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, di mana Rasulullah bersabda, "segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur." Anjuran ini memiliki makna yang mendalam, karena mengonsumsi sahur di waktu yang dekat dengan fajar dapat memberikan energi lebih bagi orang yang berpuasa untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Selain itu, waktu sepertiga malam terakhir juga dikenal sebagai waktu yang penuh berkah untuk melaksanakan sahur. Pada saat ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Oleh karena itu, selain untuk makan dan minum, waktu sahur sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan dzikir.

Penerapan Praktis Batas Waktu Sahur

Dalam pelaksanaannya, umat Muslim perlu memahami beberapa hal penting mengenai batas waktu sahur. Ketika kita mendengar seruan imsak dari masjid, kita masih diperbolehkan untuk melanjutkan makan dan minum.

Namun, sebaiknya kita mulai bersiap-siap untuk menghentikan sahur dan mempersiapkan diri untuk shalat Subuh. Saat adzan Subuh berkumandang atau terlihat dengan jelas tanda-tanda fajar shadiq, kita wajib untuk segera menghentikan makan dan minum.

Jika masih ada makanan dalam mulut, harus segera dikeluarkan karena waktu puasa telah dimulai. Hal ini tetap berlaku meskipun kita sedang dalam proses makan sahur.

Pelajaran yang Dapat Diambil dari Ketentuan Waktu Sahur

Penetapan batas waktu sahur hingga terbitnya fajar memiliki banyak pelajaran berharga. Pertama, hal ini memudahkan umat Muslim dalam mempersiapkan diri sebelum melaksanakan puasa. Dengan melakukan sahur di penghujung waktu, tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Kedua, penetapan waktu imsak sebagai pengingat mencerminkan kasih sayang dalam ajaran Islam. Meskipun tidak diwajibkan, adanya waktu imsak membantu umat Muslim untuk lebih berhati-hati dalam menjaga puasa agar tidak melampaui batas waktu yang telah ditentukan.

Berdasarkan dalil-dalil dan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa batas akhir sahur yang sebenarnya adalah saat terbitnya fajar shadiq atau berkumandangnya adzan Subuh. Waktu imsak yang sering diumumkan 10 menit sebelum Subuh merupakan bentuk kehati-hatian dan bukan merupakan kewajiban syar'i. Memahami batas waktu sahur dengan benar sangat penting agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tuntunan syariat. Selain itu, sangat penting untuk memanfaatkan waktu sahur tidak hanya untuk makan dan minum, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.

Rekomendasi