CEK FAKTA: Tidak Benar Uang Pecahan 100 Rupiah Tahun 1954 Terdapat Tulisan Arab

Selasa, 23 Juni 2020 18:30 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Uang Pecahan 100 Rupiah Tahun 1954 Terdapat Tulisan Arab CEK FAKTA: Tidak Benar Uang Pecahan 100 Rupiah Tahun 1954 Terdapat Tulisan Arab. Facebook

Merdeka.com - Beredar foto mata uang pecahan 100 rupiah yang diklaim terdapat tulisan Arab yang dikeluarkan pada tahun 1954. Mata uang tersebut gambar Presiden Soekarno.

Uang pecahan 100 rupiah tersebut diunggah akun Facebook Anwar Harum Maru pada 17 Juni 2020.

cek fakta tidak benar uang pecahan

Facebook

Narasi sebagai berikut:

Inilah wajah uang kertas kita tahun 1954...Renungkanlah !

Penelurusan

Cek Fakta merdeka.com menelusuri mata uang pecahan 100 rupiah tahun 1954 yang di dalamnya terdapat tulisan Arab. Dikutip dari Cek Fakta Tempo.co dalam artikel berjudul "[Fakta atau Hoaks] Benarkah Uang Resmi Pecahan 100 Rupiah pada 1954 Memuat Tulisan Arab?"

Penelusuran terhadap dokumen "Sejarah Bank Indonesia: Sistem Pembayaran Periode 1953-1959" yang diterbitkan oleh BI, diketahui bahwa uang pecahan 100 rupiah yang memuat tulisan Arab itu bukan uang resmi yang dikeluarkan oleh BI maupun pemerintah pada 1954 sebagai alat transaksi.

Berdasarkan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia 1953, BI diberikan wewenang untuk mengedarkan uang. Dengan demikian, di Indonesia, uang diedarkan melalui dua institusi, yakni pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan dan BI.

BI hanya mengeluarkan uang kertas dengan pecahan 5 rupiah ke atas. Pada 1953–1959, BI mengeluarkan beberapa seri uang kertas, yakni Seri Pahlawan dan Kebudayaan, Seri Hewan, dan Seri Pekerja Tangan. Sedangkan pemerintah, mengacu pada Undang-Undang Mata Uang 1951, mengedarkan uang logam dan uang kertas pecahan 1 rupiah dan 2,5 rupiah.

Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah uang kertas berangka tahun 1952 yang terdiri dari tujuh pecahan, yaitu 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, 50 rupiah, 100 rupiah, 500 rupiah, dan 1.000 rupiah. Pengedarannya bertahap dalam rentang waktu 2 Juli 1953-25 Januari 1955.

Pada periode ini, pemerintah juga mengeluarkan empat uang kertas pecahan 1 rupiah dan 2,5 rupiah, yaitu Seri Pemandangan Alam tahun 1951 dan 1953 serta Seri Suku Bangsa tahun 1954 dan 1956. Berikut ini adalah contoh uang kertas yang dikeluarkan oleh BI, yakni Seri Kebudayaan pecahan 5 rupiah dan 1.000 rupiah emisi 1952:

Penerbitan berikutnya oleh BI adalah Seri Hewan yang pengedarannya dilakukan secara bertahap pada 1958 dan 1959, bahkan pada 1962, sesuai dengan pecahannya.

Uang berangka tahun 1954 hanya diterbitkan oleh pemerintah, namun tidak ada yang bergambar Sukarno dan tidak memuat tulisan Arab. Pada 1954, pemerintah hanya menerbitkan Seri Suku Bangsa dengan menyertakan tanda tangan Menteri Keuangan Ong Eng Die. Pecahan 1 rupiah berwarna biru bergambar seorang wanita Sumatera Timur, sementara pecahan 2,5 rupiah berwarna merah dan memuat gambar seorang pria Flores.

Desain bagian belakang kedua pecahan tersebut sama, yaitu memuat lambang negara Garuda Pancasila. Namun, untuk pecahan 1 rupiah, berwarna biru. Sementara pecahan 2,5 rupiah berwarna hijau. Berikut ini uang kertas Seri Suku Bangsa pecahan 1 rupiah dan 2,5 rupiah emisi 1954.

Dalam dokumen Sejarah Sistem Pembayaran Periode 1959-1966 oleh Bank Indonesia, pemerintah menerbitkan Uang Kertas Bank Indonesia (UKBI) Seri Sukarno dengan angka tahun 1960. UKBI Seri Sukarno ini terdiri atas tiga pecahan, yaitu 5 rupiah, 10 rupiah, dan 100 rupiah. Ciri-ciri utamanya adalah, pada bagian depan, tertera tulisan "IRIAN BARAT". Sementara nomor seri yang terdapat pada bagian belakang diawali dengan kode "IB". UKBI Seri Sukarno ini ditandatangani oleh Soetikno Slamet dan Indra Kasoema.

Setahun kemudian, pada 1961, pemerintah mengeluarkan uang kertas Seri Sukarno untuk Irian Barat dan Riau, dengan angka tahun 1961. Uang ini ditandatangani oleh Menteri Keuangan Notohamiprodjo.

Penerbitan uang kertas Seri Sukarno pada 1964 juga dilakukan oleh pemerintah dan ditandatangani oleh Soemarno. Penerbitan ini merupakan penerbitan uang oleh pemerintah yang terakhir kalinya. Selanjutnya, pemerintah tidak lagi menerbitkan uang sehubungan dengan pemberian wewenang kepada BI untuk mengeluarkan semua jenis uang dalam segala pecahan. Berikut contoh uang Seri Sukarno pada 1964.

Kesimpulan

Uang pecahan 100 rupiah tahun 1954 bergambar Soekarno dan memuat tulisan Arab bukan uang resmi yang digunakan sebagai alat pembayaran sah yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Uang Seri Soekarno memang pernah diterbitkan oleh pemerintah pada 1960, 1961, dan 1964, namun tidak memuat tulisan Arab.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini