CEK FAKTA: Tidak Benar Siaran Berita Tentang Larangan Mudik Dicabut

Kamis, 29 April 2021 16:12 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Siaran Berita Tentang Larangan Mudik Dicabut Arus mudik di Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Beredar siaran berita larangan mudik dicabut di media sosial. Klaim tersebut berupa video seorang pembawa berita perempuan menggunakan bahasan asing, pada bagian bawah penyiar perempuan tersebut terdapat tulisan;

"AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT".

tidak benar siaran berita tentang larangan mudik dicabut
©Liputan6.com


Penelusuran

Penelusuran dilakukan dengan tangkapan layar video berita larangan mudik dicabut menggunakan Yandex. Penelusuran mengarah pada situs brleast.info, situs tersebut memuat video yang identik dengan klaim.

Video tersebut berjudul "KAZAKHSTAN NEWS REPORTER SOUNDS LIKE DIESEL TRUCK STARTING IN THE MORNING WOMEN EDITION" yang diunggah pada 4 Februari 2019.

tidak benar siaran berita tentang larangan mudik dicabut

Sedangkan perempuan dalam gambar tersebut merupakan pembawa berita Kazakh Tv.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melarang masyarakat mudik, untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Dilansir dari merdeka.com berjudul "Jokowi Minta Kepala Daerah Kendalikan dan Sampaikan Terus Larangan Mudik". Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh kepala daerah dapat mengendalikan pergerakan mudik yang akan terjadi menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Jokowi melihat masih banyak masyarakat yang berniat akan melakukan mudik.

"Jadi sekali lagi hati-hati dengan mudik Lebaran hati-hati. Cek, kendalikan yang mudik, itu sangat penting sekali," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Kepala Seluruh Kepala Daerah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Jokowi mengatakan, sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik sempat dilakukan survei yang menunjukkan 89 juta atau kurang lebih 11 persen dari penduduk Indonesia ingin melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. Tetapi setelah pemerintah mensosialisasikan larangan mudik, angka tersebut turun 7 persen. Tetapi 18,9juta orang, menyatakan masih ingin mudik.

"Oleh sebab itu harus disampaikan terus larangan mudik ini agar bisa berkurang lagi. Yang paling penting kita menekankan sekali lagi disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya ada di situ," bebernya.

Jokowi mengatakan, kunci menekan kasus positif dengan melakukan pengetatan dan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat. Jokowi mengaku masih khawatir terkait adanya lonjakan kasus saat mudik Idul Fitri. Tetapi dia pun yakin seluruh pemerintah daerah bisa mengendalikan dengan cara disiplin protokol kesehatan.

"Saya betul betul masih khawatir mengenai kenaikan (kasus Covid) saat mudik Idul Fitri, tetapi saya menyakini bila pemerintah daerah dibantu forkompinda semuanya segera mengatur mengendalikan mulai disiplin protokol kesehatan. Saya yakin kenaikan tidak seperti tahun lalu 93 persen," ungkapnya.

Selain itu, tradisi mudik untuk bertemu keluarga di kampung halaman, bisa diganti dengan silaturahmi secara virtual.

"Silaturahmi kepada keluarga di kampung halaman dapat dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi komunikasi," kata juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/4).

Kesimpulan

Siaran berita tentang larangan mudik dicabut adalah tidak benar. Faktanya, itu merupakan siaran berita dari Kazakh Tv dan tidak ada kaitannya dengan larangan mudik.

Satgas Covid-19 mengatakan tradisi mudik untuk bertemu keluarga di kampung halaman, bisa diganti dengan silaturahmi secara virtual.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://brleast.info/rock/kazakhstan-news/oGjEp9N712V_foU
https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-minta-kepala-daerah-kendalikan-dan-sampaikan-terus-larangan-mudik.html
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4544362/cek-fakta-tidak-benar-video-siaran-berita-larangan-mudik-dicabut [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini