Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CEK FAKTA: Tidak Benar AirPods Sebabkan Kanker Ganas, Simak Faktanya

CEK FAKTA: Tidak Benar AirPods Sebabkan Kanker Ganas, Simak Faktanya AirPods. ©REUTERS/Beck Diefenbach

Merdeka.com - Informasi AirPods bisa menyebabkan kanker beredar luas di media sosial Facebook. Dalam unggahannya berupa video, disebutkan AirPods menyebabkan kanker ganas yang dapat memicu stres, kanker, hingga kerusakan otak karena memancarkan radiasi.

Efek buruk AirPods itu terjadi karena kekuatan radiasi elektromagnetik non-ionisasi (EMF) yang muncul dari perangkat serta disebut bisa memengaruhi biologi dan kesehatan. Berikut narasinya:

"Sejumlah ahli mengungkap bahwa telinga memiliki beberapa bagian yang rapuh dan radiasi Airpods membahayakan bagian itu.Hingga kini, masih dilakukan penelitian mengenai keterkaitan antara penggunaan AirPods dengan kanker. Tetapi, dalam pengujian lewat hewan, radiasi terbukti memiliki pengaruh terhadap sel kanker. Meski demikian, dibeberapa kasus lainnya — radiasi yang ditemukan memang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) — namun masih pada batas yang diizinkan. Selain memperingatkan bahaya penggunaaan AirPods yang dekat dengan telinga dan otak, para ilmuwan berharap ada regulasi yang jelas mengenai pengembangan teknologi."

airpods tidak sebabkan kankerFacebook

Penelusuran

Hasil penelusuran, melansir dari ANTARA, dalam video tersebut, dijelaskan bahwa para ilmuan mengajukan petisi kepada WHO dan PBB untuk mendorong pengembangan pedoman EMF (paparan medan listrik, magnet, dan elektromagnetik) yang lebih protektif terkait isu kesehatan.

Dilansir dari EMF Scientist, 200 ilmuwan menulis seruan kepada WHO dan PBB pada tahun 2015, meminta mereka untuk menerapkan pedoman yang lebih ketat yang membatasi paparan EMF dari perangkat nirkabel. Namun, petisi tersebut tidak menyebutkan secara spesifik AirPods atau bahkan menyebutkan perangkat pendengaran nirkabel.

Produk yang terdaftar sebagai contoh perangkat pemancar EMF dalam petisi itu adalah telepon seluler dan stasiun dasarnya, Wi-Fi, antena siaran, serta perangkat listrik dan infrastruktur yang digunakan dalam pengiriman listrik yang menghasilkan medan elektromagnetik frekuensi sangat rendah (ELF EMF).

Kepada Reuters, Apple menyatakan AirPods dan perangkat nirkabel lainnya dari Apple memenuhi semua pedoman dan batasan paparan frekuensi radio yang berlaku. Di Amerika Serikat, terdapat Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang mengawasi energi frekuensi radio dalam tingkat penyerapan spesifik (SAR), pada produsen perangkat ponsel. Batas SAR untuk setiap perangkat adalah 1,6 watt per kilogram.

Berdasarkan laporan evaluasi FCC pada 2019, produk AirPods memiliki SAR 0,071 dan 0,095 watt per kilogram dan untuk AirPods Pro, memiliki SAR 0,097 dan 0,072 watt per kilogram. Jika digabungkan, jumlahnya masih lebih kecil dari batas SAR yang ditetapkan sehingga dinyatakan aman.

Produk itu juga disebut telah memenuhi persyaratan International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP), sebuah organisasi nirlaba yang merekomendasikan publik agar tidak terpapar lebih dari 2 watt per kilogram.

Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan laporan Los Angeles Times, tim peneliti dari Amerika Serikat mengatakan penggunaan perangkat seperti AirPods masih aman bagi kesehatan pendengaran manusia.

Dijelaskan oleh peneliti dan ahli biologi John E. Moulder dari Medical College of Wisconsin, pemakaian earphone atau headset nirkabel tidak akan menyebabkan risiko terkena kanker.

Namun, pendengaran manusia pada dasarnya bisa rusak jika mendengar musik terlalu kencang. Atau pengguna bisa saja kecelakaan atau cedera akibat ceroboh saat mendengarkan musik menggunakan earphone konvensional di jalan raya.

"Frekuensi dari perangkat yang mengoperasikan Bluetooth tidak terlalu berbeda dari koneksi nirkabel pada ponsel atau layanan WiFi. Jadi secara biologis itu bukan bentuk baru dari paparan radiasi," ungkap Moulder.

Ditambahkan oleh profesor bioteknik Kenneth Foster dari University of Pennsylvania, selama ini gawai Bluetooth berkomunikasi dengan perangkat seluler dalam jarak hanya beberapa meter saja.

Menurutnya, headset nirkabel yang dijual Apple hanya mengeluarkan daya 10 sampai 18 miliwatt dan proses pengiriman data tidak lama dan jaraknya dekat, sehingga kurang dari satu persen daya yang membentuk radiasi elektromagnetik.

"Proses pengiriman data melalui radio hanya membutuhkan daya tingkat rendah," imbuh Foster.

Kesimpulan

AirPods diklaim bisa menyebabkan kanker adalah tidak benar. Faktanya, penggunaan AirPods masih aman bagi kesehatan pendengaran manusia, sebab radiasi yang dihasilkan dari Airpods lebih kecil.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.antaranews.com/berita/2629093/misinformasi-airpods-sebabkan-kanker-ganashttps://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160909112726-185-157215/apple-airpods-bisa-sebabkan-kanker (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP