CEK FAKTA: Hoaks, Vaksin Covid-19 Mengandung Cytotoxic

Informasi kandungan vaksin Covid-19 mengandung cytotoxic yang berbahaya bagi sel tubuh adalah hoaks. Tidak ada kandungan cytotoxic dalam vaksin Covid-19

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks, Vaksin Covid-19 Mengandung Cytotoxic
vaksin Covid-19 Astrazeneca. ©2021 Merdeka.com/ freepik.com

Sebuah informasi menyebut vaksin Covid-19 mengandung cytotoxic beredar di media sosial. Dalam informasi itu disebutkan pula ketika vaksin disuntikkan, maka kandungan cytotoxic akan masuk ke dalam sel-sel tubuh.

"THE FDA (FOOD AND DRUG ADMINISTRATION US) WAS ALERTED MONTHS AGO THAT THE SPIKE PROTEIN IN THE COVID VACCINES ARE CYTOTOXIC. CYTOTOXIC: TOXIC TO CELLS. THE FDA DID NOTHING AND STILL ALLOW PEOPLE TO CONTINUE BEING INJECTED WITH A CYTOTOXIC SUBSTANCE. FACT CHECK THAT!!!"

Berikut terjemahannya:

"FDA MEMPERINGATKAN BULAN LALU BAHWA PROTEIN SPIKE DALAM VAKSIN COVID ADALAH CYTOTOXIC. CYTOTOXIC: RACUN BAGI SEL. FDA TIDAK MELAKUKAN APA PUN DAN MASIH MENGIZINKAN MASYARAKAT DIXUNTIK VAKSIN DENGAN ZAT CYTOTOXIC. PERIKSA FAKTANYA!!!"

Penelusuran

Hasil penelusuran merdeka.com menemukan bahwa informasi yang menyebut ada kandungan cytotoxic dalam vaksin Covid-19 adalah hoaks. Dalam artikel Reuters Fact Check berjudul "Fact Check-COVID-19 vaccines are not ‘cytotoxic’" pada 19 Juni 2021, dijelaskan bahwa tidak ada kandungan racun dalam vaksin Covid-19.

Kabar serupa pernah beredar dan menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 mengandung mRNA yang berbahaya bagi tubuh. Kabar itu juga hoaks.

“Sejauh ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa protein spike dalam vaksin Covid-19 beracun sehingga merusak tubuh kita,” para ahli di Meedan Digital Health Lab.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein spike tetap berada di permukaan sel di sekitar tempat suntikan, dan tidak menjalar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. 1 persen dari vaksin yang masuk ke aliran darah dihancurkan oleh enzim hati.

Kemudian Profesor Kesehatan Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, Anna Durbin menjelaskan bahwa protein spike yang akan menjaga kekebalan tubuh tetap kuat.

"Ketika Anda divaksinasi, sel Anda menggunakan mRNA (atau DNA dari vektor adenovirus) untuk membuat protein spike di permukaan sel Anda. Sel-sel Anda "menunjukkan" sistem kekebalan protein spike dan potongan-potongan protein spike. Protein Spike tidak membunuh sel-sel itu, bukan cytotoxic," kata Dubbin.

Kesimpulan

Informasi kandungan vaksin Covid-19 mengandung cytotoxic yang berbahaya bagi sel tubuh adalah hoaks. Tidak ada kandungan cytotoxic dalam vaksin Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi