Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CEK FAKTA: Benarkah Tsunami 20 Meter Intai Jakarta?

CEK FAKTA: Benarkah Tsunami 20 Meter Intai Jakarta? Ilustrasi tsunami. ©2012 pakistanweatherportal.com

Merdeka.com - Beredar unggahan di media sosial, mengklaim tsunami 20 meter akan terjadi di Jakarta. Unggahan tersebut bernarasi: "Waspada! Tsunami 20 Meter Intai Jakarta, Ini Kata BMKG"

Dalam unggahan itu juga terdapat keterangan sebagai berikut:

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengemukakan perkiraan potensi tsunami mencapai lebih dari 20 meter di Pulau Jawa. Namun, potensi tersebut belum dapat dipastikan kapan”.

cek fakta benarkah tsunami 20 meter intai jakarta©Kominfo

Penelusuran

Berdasarkan laporan hoaks situs Kominfo, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono Sutopawiro membantah ada potensi tsunami setinggi 20 meter di DKI Jakarta.

Dikutip dari CNN Indonesia, Daryono mengatakan berdasarkan pemodelan gelombang tsunami yang mungkin sampai DKI hanya setengah meter.

"0,5 meter, setengah meter saja," kata Daryono, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9), tanpa merinci lebih lanjut pemodelan gelombang itu.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/2), sempat mengungkap empat sumber potensi gempa bumi dan gempa bumi dan tsunami. Kedua, Zona Sesar Mentawai, Sesar Semangko, dan Sesar Ujung Kulon juga berstatus rawan gempa bumi dan tsunami.

Ketiga, Zona Graben Selat Sunda, berstatus rawan longsor dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami. Keempat, Gunung Anak Krakatau yang dapat memicu tsunami jika meletus.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda memiliki potensi kekuatan dengan Magnitudo 8,7.

"Berdasarkan penelitian dan pemodelan yang dilakukan BMKG, jika terjadi gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda, maka terdapat potensi gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,7," kata Dwikorita dalam keterangan tertulis, Rabu (16/2).

Terpisah, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas mengatakan pemodelan dengan menggunakan Megathrust Selat Sunda bisa memicu potensi tsunami mencapai 20 meter di wilayah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, yang merupakan pesisir pantai selatan pulau Jawa.

Kemudian, kata dia, gelombang tsunami yang diperkirakan mencapai kecepatan 40 km/jam itu masuk ke wilayah Merak, Banten, dengan ketinggian 8 meter, untuk kemudian masuk ke wilayah Jakarta.

"Terus [gelombang tsunami] menjalar ke Laut Jawa, akhirnya sekitar tiga jam itu nyampe ke Jakarta sekitar 1 meter," kata Heri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9).

Karena penurunan tanah yang membuat posisi sebagian Jakarta di bawah laut, Heri memprediksi ketinggian tsunami di DKI mencapai 2 meter.

"Jakarta kan ada yang di bawah laut ketinggiannya, berarti kira-kira tsunami dikali dua, jadi 2 meter," tambah dia, yang juga meneliti penurunan tanah Jakarta puluhan tahun.

Heri mengakui "belum ada peneliti di dunia memprediksi gempa secara akurat dalam sisi posisi waktu."

Kesimpulan

Klaim potensi tsunami 20 akan melanda Jakarta, dibantah oleh Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono Sutopawiro. Tsunami yang mungkin sampai DKI hanya setengah meter.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.kominfo.go.id/content/detail/44883/disinformasi-tsunami-20-meter-intai-jakarta/0/laporan_isu_hoakshttps://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220928035710-199-853469/bmkg-bantah-tsunami-20-meter-intai-jakarta (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP